Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Sleman-KoPi| Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan inovasi sebuah produk komposit magnetik karbon aktif yang mampu menyerap kandungan limbah merkuri. Limbah ini sering dihasilkan di tambang-tambang emas.

 

Tim beranggotakan 4 Mahasiswa aktif ini adalah M. Rifqi Al-Ghifari (Kimia 2014), Bagas Ikhsan Pratomo (Kimia 2014), Charlis Ongkho (Teknik Fisika 2015) dan M. Ilham Romadon (Akuntansi 2015). Mereka tergabung dalam sebuah grup riset SuperC6 yang melakukan penelitian tentang limbah tambang.

“Kami mengembangkan produk karbon magnetik berbentuk bubuk yang bisa menyerap kandungan merkuri dari limbah di lingkungan,” jelas Rifqi, sebagai ketua tim riset SuperC6, di kantor Humas UGM, ditulis Sabtu (26/5).

Penelitian ini berawal dari keprihatinan mereka pada banyaknya temuan limbah merkuri di kawasan pertambangan, seperti saat pemantauan di desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kulonprogo. Para penambang menggunakan bahan kimia merkuri untuk memisahkan emas dari material lainnya. Pengelolaan limbah nya pun dirasa kurang dilakukan dengan baik.

“Limbah merkuri hanya ditampung di sejumlah kolam penampungan untuk diendapkan. Proses pengendapan sendiri tidak lantas mengurangi kadar merkuri dalam limbah," kata Amin, sapaan akrab Rifqi Al Ghifari.

Berawal pada keprihatinan terhadap banyaknya limbah merkuri di pertambangan inilah, mereka mencoba mengembangkan produk senyawa untuk mengurangi kadar merkuri sebelum dilepas ke lingkungan.

Mengambil sampel air limbah dari kawasan tambang emas Kalirejo, Kulon Progo, mereka mulai melakukan penelitian. Dari uji coba dengan mengaplikasikan material karbon magnetik ke dalam air limbah menunjukkan hasil signifikan yakni mampu mengikat merkuri dengan optimal.

"Hasilnya menunjukkan produk ini mampu menyerap merkuri hingga 0,01 mg Hg per gram karbon aktif,” ungkapnya. 

Inovasi produk pengikat merkuri ini dikembangkan dengan menggunakan material murah dan mudah dijumpai di masyarakat. Mereka memanfaatkan limbah kayu jati dari industri furnitur yang belum banyak dimanfaatkan.

"Selain kayu jati kami juga mencoba membuat karbon aktif dari tandan kosong kelapa sawit dan batok tempurung kelapa, tapi dua bahan ini tidak cukup tersedia di sini" tambah Bagas Ikhsan.

Ada kendala pula yang di hadapi tim ini, salah satunya adalah senyawa sering kali rusak dan menjadi abu. Barulah setelah berkali-kali percobaan tercetuslah ide untuk menambahkan senyawa magnetit (fe3o4) ke dalam karbon aktif yang mampu memberikan sifat magnet pada material sehingga permasalahan pengumpulan karbon aktif bisa diatasi.

"Dengan penggabungan magnet ini memudahkan pengambilan kembali karbon aktif yang tersebar usai pemakaian. Komposit magnetik karbon aktif ini dapat digunakan untuk menyerap limbah merkuri hingga 3 kali pemakaian," urainya. 

Saat ini grup riset Super C6  terus melakukan penelitian lebih mendalam untuk pengembangan produk dan mematenkan produk tersebut. Selain itu, mereka  juga giat mencari investor dan menjalin kerja sama dengan mitra. 

“Sekarang kami masih terus melakukan pengembangan-pengembangan produk dan rencana kedepan bisa memproduksi dalam skala massal,” imbuh Ongkho dan Ilham.

 

 

back to top