Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kurikulum anti-narkoba, sisipkan bahaya narkoba dalam matpel

Kurikulum anti-narkoba, sisipkan bahaya narkoba dalam matpel
Surabaya - KoPi | Dinas Pendidikan Kota Surabaya menegaskan akan turut mengawal Kurikulum Anti-Narkoba yang dicanangkan oleh BNN Provinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan S.Psi., mengatakan akan melatih guru-guru di Surabaya untuk mengajarkan bahaya penyalahgunaan narkoba melalui pelajaran yang mereka sampaikan. Semua sekolah, baik SD/MI, SMP/MTs, maupun SMA/SMK/MA akan mendapat kurikulum tersebut.
 

"Kami akan melatih guru-guru mata pelajaran itu tadi supaya nanti siap dipakai dan disampaikan ke siswa mulai tahun ajaran baru ini. Surabaya akan menjadi pilot project pelaksanaan kurikulum ini," ujar Ikhsan.

Ikhsan mengatakan kurikulum anti-narkoba ini nantinya akan diintegrasikan pada mata pelajaran yang bersangkutan. Jumlah mata pelajaran yang disisipi kurikulum anti-narkoba akan menyesuaikan. Selama satu semester siswa akan mendapat 3 sampai 4 modul, sehingga selama dia sekolah ada 12 modul yang didapat siswa.

"Nanti akan jadi satu tematik dengan pembelajaran yang ada. Contohnya pelajaran Matematika. Di sana kan ada pelajaran mengenai grafik, yang perlu dibuat data melalui kuesioner. Misalnya bikin pertanyaan kuesioner tentang pemahaman bahaya narkoba. Lalu data tadi diterjemahkan menjadi bentuk grafik. Jadi pelajaran mengenai grafik Matematika dapat, sekaligus bahaya tentang narkoba juga," ungkap Ikhsan.

Ikhsan mengatakan Kementerian Pendidikan Nasional sudah mendukung adanya kurikulum ini. "Justru kurikulum ini adalah amanat Undang-undang, jadi semua harus mendukung adanya program ini," ujarnya.

back to top