Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Kurikulum anti-narkoba, sisipkan bahaya narkoba dalam matpel

Kurikulum anti-narkoba, sisipkan bahaya narkoba dalam matpel
Surabaya - KoPi | Dinas Pendidikan Kota Surabaya menegaskan akan turut mengawal Kurikulum Anti-Narkoba yang dicanangkan oleh BNN Provinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan S.Psi., mengatakan akan melatih guru-guru di Surabaya untuk mengajarkan bahaya penyalahgunaan narkoba melalui pelajaran yang mereka sampaikan. Semua sekolah, baik SD/MI, SMP/MTs, maupun SMA/SMK/MA akan mendapat kurikulum tersebut.
 

"Kami akan melatih guru-guru mata pelajaran itu tadi supaya nanti siap dipakai dan disampaikan ke siswa mulai tahun ajaran baru ini. Surabaya akan menjadi pilot project pelaksanaan kurikulum ini," ujar Ikhsan.

Ikhsan mengatakan kurikulum anti-narkoba ini nantinya akan diintegrasikan pada mata pelajaran yang bersangkutan. Jumlah mata pelajaran yang disisipi kurikulum anti-narkoba akan menyesuaikan. Selama satu semester siswa akan mendapat 3 sampai 4 modul, sehingga selama dia sekolah ada 12 modul yang didapat siswa.

"Nanti akan jadi satu tematik dengan pembelajaran yang ada. Contohnya pelajaran Matematika. Di sana kan ada pelajaran mengenai grafik, yang perlu dibuat data melalui kuesioner. Misalnya bikin pertanyaan kuesioner tentang pemahaman bahaya narkoba. Lalu data tadi diterjemahkan menjadi bentuk grafik. Jadi pelajaran mengenai grafik Matematika dapat, sekaligus bahaya tentang narkoba juga," ungkap Ikhsan.

Ikhsan mengatakan Kementerian Pendidikan Nasional sudah mendukung adanya kurikulum ini. "Justru kurikulum ini adalah amanat Undang-undang, jadi semua harus mendukung adanya program ini," ujarnya.

back to top