Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kurikulum anti-narkoba; Risma geram, guru bingung

Kurikulum anti-narkoba; Risma geram, guru bingung
Surabaya - KoPi | Walikota Surabaya Tri Rismaharini tampaknya benar-benar geram pada ulah bandar narkoba di Surabaya. Karena itu ia mendukung penuh pelaksanaan kurikulum anti-narkoba yang digagas BNN Jawa Timur. Menurut Risma, narkoba adalah penyakit masyarakat dan harus dicegah sebelum benar-benar menjadi parah.
 

Risma mengatakan, dengan melalui kurikulum, pesan mengenai bahaya narkoba lebih mudah dan lebih efektif disampaikan kepada anak-anak. Sebab, dengan sekali bicara, guru akan bisa langsung menyebarkan pesan bahaya narkoba kepada satu kelas, dan dapat dilakukan lebih sering. "Saya tiga kali sehari harus ngomong ke 60 sampai 100 anak-anak. Kalau dengan cara itu, bayangkan untuk dapat sekian puluh ribu anak perlu waktu berapa tahun? Tapi kalau dimasukkan ke kurikulum pendidikan guru akan secara otomatis akan mengajarkan pada satu kelas," kata Risma.

Meski demikian, beberapa guru masih bingung mengenai adanya kurikulum ini. Salah seorang guru SMA 45 yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan hingga saat ini masih belum ada penataran ataupun pelatihan mengenai integrasi kurikulum anti-narkoba dalam mata pelajaran.

"Setahu saya masih belum ada pelatihan. Modulnya baru diserahkan ke hari ini ke kepala sekolah, itu juga baru simbolik. Nanti kita lihat dulu ke depannya," ungkap guru perempuan tersebut.

back to top