Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kuliah Sekadar Memburu Ijazah

Kuliah Sekadar Memburu Ijazah

 


Winda Efanu FS


Yogyakarta-KoPi, Beredarnya Permendikbud Nomor 49 ini secara tidak langsung berdampak pada para sarjana dari perguruan tingggi. Berlakunya batas studi maksimal 5 tahun akan membuka peluang munculnya sarjana-sarjana instan yang cepat lulus.

Pengamat pendidikan Indonesia, Darmaningtyas mengkritik dengan berlakunya permen tersebut menjadikan orientasi kuliah hanya untuk mendapatkan gelar dan ijasah saja. Padahal goal atau tujuan yang harus dicapai dari kuliah ketika mahasiswa mampu menjalin relasi dan menyerap aspirasi masyarakat.

Hal senada juga disampaikan mahasiswa Studi Filsafat dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rusliyanto. Mendikbud seharusnya bukan memikirkan dari segi kuantitas dengan cepat-cepat lulus. Melainkan fokus pada kualitasnya untuk meningkatkan moral intelektual mahasiswa itu sendiri.

Data terakhir Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indoensia (APTISI) jumlah perguruan tinggi saat ini mencapai 3.151 dengan proporsi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sebanyak 3.068 atau 97% dan sebanyak 83 atau 3 % Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Bisa dibayangkan berapa ratus ribu para calon sarjana yang akan bergulat di dunia kerja. Berbekal lembaran IPK dan ijasah yang terkadang belum mengakomodir skiil kompetitif yang dibutuhkan instansi pekerjaan.

 

 

 

back to top