Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

KTSP 2006 buat siswa tidak bisa menghadapi MEA

KTSP 2006 buat siswa tidak bisa menghadapi MEA
Surabaya - KoPi | Kebijakan Menteri pendidikan era Jokowi menuai kritikan tajam. Pemberhentian Kurikulum 2013 menuai kritikan tajam dari mantan menteri pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud RI) Muhammad Nuh.

Diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 dinilai membuat sekolah di Indonesia tidak siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) kedepannya.

“Di Indonesia kini yang masih memakai K-13 hanya tinggal 16 ribu sekolah. Sisanya kembali ke KTSP” ungkap Nuh setelah seminar nasional bertajuk Kebijakan Pedidikan Nasional Dalam Menghadapi MEA di Aula Srikandi Fakultas Ilmu Soial (FIS) Universitas Negri Surabaya (UNESA) kemarin.

Kebijakan mentri baru yang memberhantikan K-13 akan menjadikan sekolah-sekolah di Indonesia mengalami kemunduran. Sekolah yang kembali menanamkan KTSP dianggap tidak akan siap menghadapi MEA.

Dalam K-13 yang berbasis kreatifitas, siswa dituntut kreatif hingga mampu menciptakan sesuatu. “Hal utama dalam menghadapi MEA adalah pengetahuan, sikap dan keterampilan. Siswa yang memiliki keterampilan dan kreatifitas tinggi saya rasa akan mampu bersaing dengan MEA” ujarnya.

Sedang saat ini kurikulum yang ditanamkan adalah kembali pada KTSP. Dimana hanya mengoptimalkan pembelajaran aktif antara guru dan siswa. Sehingga murid dinilai akan kagok untuk menjadi lebih kreatif dalam menciptakan sesuatu.

Tidak hanya itu, Nuh sebenarnya merancang K-13 untuk 2045 mendatang. pada tahun 2045 nanti, persaingan akan lebih besar.  “Tidak hanya MEA, nanti ada negara pasifik dan lainnya. Semua pasti berkompetisi. Kalau dasar pendidikannya tidak dibangun, kapan kita mau bersaing” tuturnya. | Labibah

back to top