Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kisah Boncabe

Kisah Boncabe

Surabaya-KoPi | Boncabe adalah bentuk 'teknologi sosial' yang secara apik telah meyakinkan kemenristek untuk memasukkannya sebagai finalias PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) bidang pengabadian masyarakat.

PKM adalah sebuah program dari Kemenristek yang dikhususkan kepada para mahasiswa agar dapat mengembangkan kreatifitasnya. Pengajuan PKM nantinya  akan di seleksi oleh Kemenristek dan selanjutnya ide-ide atau gagasan yang menarik nantinya akan didanai.

Ada 6 bidang yang meliputi PKM Penelitian Sosial Humaniora, PKM Penelitian Eksakta, PKMKewirausahaan,PKM Pengabdian Masyarakat, PKM Karya Cipta, PKM Penerapan Teknologi, dan yang terakhir PKM Gagasan Tertulis.

PKM-M Boncabe adalah salah satu PKM di bidang Pengabdian Masyarakat dari Universitas Airlangga yang diketuai oleh Lidya Victorya Pandiangan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Politik. PKMM Boncabe pun didanai dan dinyatakan lolos PIMNAS tahun ini.

Tim PKM-M Boncabeberanggotakan Fadhli Zul Fauzi (FISIP, Ilmu Politik 2013), Moch. Yazid Abdul Z.A ( Vokasi, Hiperkes dan Keselamatan Kerja 2014), Yasdad Al Farisi (FISIP, Ilmu Politik 2013), dan M. Habib Hidayatulloh (FKM, Kesehatan Masyarakat 2014).

Boncabe sendiri merupakan singkatan dari Boneka Pintar, Cerdas, dan Berbakat dimana boneka ini nantinya akan disertakan bersama alat peraga lainnya seperti gambar dan video yang digunakan untuk berkomunikasi dengan anak-anak berkebutuhan khusus di Yayasan Cita Hati Bunda, Sidoarjo.

Penggunaan alat-alat peraga seperti Boneka, Gambar, dan Video Animasi sangat mudah dipahami dan menarik perhatian anak-anak khususnya anak-anak berkebutuhan khusus. Yayasan Cita Hati Bunda sebelumnya bernama Pusat Pendidikan dan Terapi Anak Berkebutuhan Khusus Cita Hati Bunda.

Yayasan ituberdiri pada tanggal 23 April 2004 dan diresmikan menjadi badan hukum berupa yayasan yaitu Yayasan Cita Hati Bunda berdasarkan akta notaris No. 25 pada tanggal 16 maret 2006 yang dibuat oleh Ony Septy Pontuanto SH.

Sampai pada tahun 2016 Yayasan Cita Hati bunda memiliki tenaga pengajar sebanyak 20 orang dan murid sebanyak 39 anak dengan kebutuhan khusus yang berbeda diantaranya 29 anak Autisme, 5 anak ADHD, 2 anak Cereberal Palsy, 2 anak Tuna Rungu, 3 anak Slow Learner, dan 3 anak Down Syndrome. Anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di Yayasan Cita Hati Bunda rata-rata berusia 7 tahun hingga 15 tahun dan diantaranya ada yang memiliki latar belakang ekonomi keluarga menengah ke bawah.

Bagaimana cara kerja Boncabe? Sila simak Boncabe, teknologi pendidikan anak. | A. Ginanjar

back to top