Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Jurus Ki Hajar Dewantara hadapi tantangan pendidikan

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Tarbiyah dan Kependidikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Tarbiyah dan Kependidikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Yogyakarta-KoPi, Pendidikan di Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang sangat besar, namun ternyata untuk menghadapinya ada konsep pendidikan zaman dahulu yang masih relevan dengan saat ini, yaitu ajaran Ki Hajar Dewantara mengenai “Tri Pusat Pendidikan”, sebagaimana dipaparkan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Tarbiyah dan Kependidikan Dr. Sukiman, M.Pd. saat ditemui di ruangannya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (14/5).

“Konteksnya terutama terkait HARDIKNAS, saya kira sebenarnya konsep yang dikembangkan oleh Ki Hajar itu sangat bagus, adanya “Tri Pusat Pendidikan” yang antara lingkungan sekolah, keluarga kemudian masyarakat harus bersinergi. Itu saya kira adalah konsep yang sampai sekarang masih relevan untuk dikembangkan. Cuma ini masih belum dilaksanakan oleh semua sekolah dan semua lini pendidikan,” papar Sukiman mengenai cara menghadapi tantangan pendidikan saat ini.

“Artinya memang harus bersinergi antara sekolah, masyarakat kemudian sekolah. Dan ini harus saling memberikan informasi terkait dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh masing-masing lingkungan itu. Misalnya, sekolah ya harus terbuka kepada orang tua, orang tua pun juga harus care (peduli) terhadap pendidikan anak-anaknya,” tambahnya.

“Jangan sampai nanti mentang-mentang sudah membayar mahal begitu saja menyerahkan tanpa juga ikut bertanggung jawab, mengawasi terus memantau perkembangan anak didik mereka. Jadi saya kira tidak bisa seperti itu sekarang, karena kalau hanya dibebankan kepada pihak sekolah, lembaga pendidikan formal menjadi sangat berat karena tantangannya saat ini kan luar biasa, makanya harus bersinergi untuk saling mendukung,” jelasnya lagi.

“Termasuk yang saya tekuni di bidang agama, misalnya sekolah mengajarkan nilai-nilai moral keagamaan begitu rupa tapi kalau keluarga tidak mendukung ya itu seperti bertepuk sebelah tangan. Demikian juga masyarakat, di sekolah di keluarga dididik bagus tapi masyarakatnya juga menyuguhkan hal yang tidak baik ya itu nanti juga tidak akan maksimal,” ia memberikan contoh.

Sebelum mengakhiri penjelasannya ia menekankan lagi konsep pendidikan yang diajarkan Ki Hajar Dewantara, “Saya kira resepnya yaitu pertama mengangkat kembali konsep pendidikan yang  dicanangkan oleh Ki Hajar Dewantara “Tri Pusat Pendidikan”.


Reporter: Fahrurrazi

back to top