Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jogj-KoPi| Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar Seminar Nasional dengan mengusung tema “Peran Hukum dalam Penguatan dan Inovasi Nasional pada Era Revolusi Industri 4.0” di Auditorium Kampus II, Gd. Thomas Aquinas UAJY, Kamis (20/9).

Seminar Nasional tersebut merupakan salah satu rangkaian Dies Natalis ke-53 UAJY. Dalam seminar tersebut mengundang pembicara yakni GKR Hemas, selaku Wakil Ketua DPD RI Periode 2014-2016), Dr. Eng. The Jin Ai, S.T.,M.T., selaku Wakil Rektor I/ Dosen FTI UAJYd dan Wakil Dekan I/Dosen FH UAJY, Dr. Triyana Yohanes, S.H.,M.Hum. Acara yang dimoderatori oleh Ratna Juwita S.H., LL.M., M.H., ini mengupas setiap topik di dalam seminar dari sisi perkembangan teknologi dan sisi peradilan hukum yang berlaku di Indonesia.

GKR Hemas berpendapat bahwa Indonesia harus bisa mencetak generasi yang meneruskan estafet dan menjadi harapan bangsa.

“Indonesia harus bisa mencetak generasi yang bisa meneruskan estafet, yang menyatukan semua sistem pembangunan dan jadi harapan bangsa”, kata GKR Hemas.

Selain itu, perempuan yang menerima tanda penghormatan Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Jokowi ini juga menyampaikan bahwa keberadaan teknologi yang semakin canggih harus tetap digunakan secara bijak dan tepat untuk pembangunan Indonesia yang lebih baik.

“Saya kadang heran sama orang-orang yang menggunakan (aplikasi) Gojek, dengan jarak yang cuma 200 meter beli makan saja pakai Gojek. Gojek itu bagus, teknologi baru dari Indonesia yang memang membantu aktivitas sehari-hari kita, tapi ya jangan disalahpahami begitu. Kita harus tetap menggunakan kemampuan diri sendiri dalam menggunakan teknologi. Budaya itu berubah sesuai si pelaku budayanya, ya semoga keberadaan teknologi seperti demikian membantu kita dalam melakukan inovasi untuk Indonesia,” jelas GKR Hemas.

GKR Hemas juga mengatakan bahwa peran hukum di era industri 4.0 harus menjadikan Indonesia lebih baik.

“Teknologi yang sekarang ada harus membantu para ahli hukum, seperti hakim utnuk cepat memahami perubahan hukum, sehingga teknologi tersebut dapat memberi jalan ke arah positif, bahkan ikut melestarikan budaya sehingga jadi panutan bagi budaya di negara lain,” tambahnya.

Hal serupa juga disampaikan Triyana, bahwa revolusi di era industri 4.0 harus bisa dikuasai.

“Di era teknologi ini, kita harus bisa menjadi SDM yang menciptakan sesuatu daripada menggunakan teknologi dari negara lain”.

Menurut Triyana, hukum di Indonesia juga belum signifikan dalam usaha meningkatkan kemampuan inovasi dan invensi nasional, hal ini terbukti dengan kita masih memakai teknologi dari negara lain, kita belum bisa menguasai teknologi itu sendiri, padahal setiap informasi bersifat ekonomi.

“Pemerintah perlu meningkatkan usaha dalam memotivasi para ahli teknologi untuk menciptakan hal baru, inovasi,” kata Triyana.

The Jin Ai, menyetujui pernyataan Triyana tentang revolusi memerlukan teknologi. Menurutnya, dalam kegiatan pembelajaran di kampus, mahasiswa harus dilatih untuk mampu berkompetisi di era teknologi.

“Pembelajaran di kuliah untuk mahasiswa tidak cukup dengan bekal teori saja, mereka harus bisa menciptakan inovasi, teori baru, sehingga mereka dapat menguasai teknologi dan ikut serta dalam meningkatkan inovasi dan invensi di Indonesia,” tutup The Jin Ai.

back to top