Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Gubernur Jatim sayangkan pembekuan empat kampus

Gubernur Jatim sayangkan pembekuan empat kampus
Surabaya-KoPi| Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Natsir akhirnya mengambil tindakan tegas terhadap empat universitas di Jawa Timur yang bermasalah hukum. Seluruh aktivitas di keempat universitas tersebut dibekukan lantaran menyalahi prosedur penyelenggaraan Perguruan Tinggi.
 

Keempat universitas tersebut adalah Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Ronggolawe Tuban, IKIP PGRI Jember, dan IKIP Budi Utomo Malang. Keempat universitas tersebut dicurigai telah melakukan penjualan ijazah palsu dan sedang dalam proses penyelidikan. Rektor di Universitas Nusantara PGRI Kediri dan Universitas Ronggolawe Tuban telah diberhentikan karena kasus tersebut.

Ditemui di ruang kerjanya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyayangkan tindakan Kemenristek Dikti yang membekukan keempat universitas tersebut. Menurutnya, hal itu lebih banyak merugikan mahasiswa. Idealnya Kemenristek Dikti memberikan waktu bagi kampus yang bermasalah hukum untuk melengkapi semua kekurangan. Penutupan kampus yang secara tiba-tiba justru dapat menimbulkan dampak negatif, baik pada mahasiswa maupun masyarakat sekitar.

"Perlu dipikirkan untuk memberi bantuan. Karena ini adalah masalah pendidikan, jadi perlu ada pembinaan. Kalau langsung ditutup kasihan, karena di sana ada mahasiswa, ada dosen, dan ada pegawai," tutur Soekarwo.

back to top