Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

“Forgiveness and Reconciliation: Considering the Indonesian Future”

“Forgiveness and Reconciliation: Considering the Indonesian Future”

Jogja-KoPi| Unit Matakuliah Pengembangan Kepribadian Universitas Atma Jaya Yogyakarta (MPK-UAJY) akan menyelenggarakan seminar dengan topik, “Forgiveness and Reconciliation: Considering the Indonesian Future” yang diselenggarakan pada Rabu, 16 Maret 2016 di Auditorium Lantai IV, Gedung Teresa, Kampus IV UAJY. Sebagai pembicara adalah Prof. Bernard Adeney Rissakota dan Dr. Baskara T. Wardaya, SJ. Sedangkan Dr. Arum Yudarwati bertindak sebagai Moderator.

Seminar ini dilatarbelakangi oleh masalah-masalah kekerasan negara di Indonesia masa lalu seperti G 30 S, Tanjung Priok, Semanggi I dan II, Mei 1998, Papua, Maluku, Poso, dan lain sebagainya yang secara terus menerus masih dipersoalkan oleh para aktifis HAM dan para korban beserta keluarganya.

Sementara itu, harus diakui bahwa sampai saat ini Pemerintah Indonesia belum mampu menyelesaiakannya karena pelbagai persoalan yang terlibat di dalamnya. Melalui seminar ini akan didiskusikan pentingnya aspek “forgiveness” dan “reconciliation” sebagai dua tindakan yang saling berkaitan.

Reconciliation mengandalkan adanya forgiveness. Sebaliknya, forgiveness tanpa ditindaklanjuti oleh reconciliation akan hampa. Melalui seminar ini juga diharapkan akan muncul ide-ide yang konkrit dan relevan bagi penyelesaian masalah-masalah kekerasan negara di masa lalu.

Dalam seminar ini sekaligus akan dilakukan launching buku “Forgiveness of the Powerless” karya Dr. Agus Tridiatno, MA (alumnus program studi International Indonesian Concortium for Religious Studies (ICSR).

back to top