Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

“Forgiveness and Reconciliation: Considering the Indonesian Future”

“Forgiveness and Reconciliation: Considering the Indonesian Future”

Jogja-KoPi| Unit Matakuliah Pengembangan Kepribadian Universitas Atma Jaya Yogyakarta (MPK-UAJY) akan menyelenggarakan seminar dengan topik, “Forgiveness and Reconciliation: Considering the Indonesian Future” yang diselenggarakan pada Rabu, 16 Maret 2016 di Auditorium Lantai IV, Gedung Teresa, Kampus IV UAJY. Sebagai pembicara adalah Prof. Bernard Adeney Rissakota dan Dr. Baskara T. Wardaya, SJ. Sedangkan Dr. Arum Yudarwati bertindak sebagai Moderator.

Seminar ini dilatarbelakangi oleh masalah-masalah kekerasan negara di Indonesia masa lalu seperti G 30 S, Tanjung Priok, Semanggi I dan II, Mei 1998, Papua, Maluku, Poso, dan lain sebagainya yang secara terus menerus masih dipersoalkan oleh para aktifis HAM dan para korban beserta keluarganya.

Sementara itu, harus diakui bahwa sampai saat ini Pemerintah Indonesia belum mampu menyelesaiakannya karena pelbagai persoalan yang terlibat di dalamnya. Melalui seminar ini akan didiskusikan pentingnya aspek “forgiveness” dan “reconciliation” sebagai dua tindakan yang saling berkaitan.

Reconciliation mengandalkan adanya forgiveness. Sebaliknya, forgiveness tanpa ditindaklanjuti oleh reconciliation akan hampa. Melalui seminar ini juga diharapkan akan muncul ide-ide yang konkrit dan relevan bagi penyelesaian masalah-masalah kekerasan negara di masa lalu.

Dalam seminar ini sekaligus akan dilakukan launching buku “Forgiveness of the Powerless” karya Dr. Agus Tridiatno, MA (alumnus program studi International Indonesian Concortium for Religious Studies (ICSR).

back to top