Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

FKIK UMY Buka Prodi Profesi Apoteker

FKIK UMY Buka Prodi Profesi Apoteker

Bantul-KoPi| Pada semester genap tahun ajaran 2016/2017 mendatang, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY) membuka Program Studi Profesi Apoteker (PSPA). Menurut salah satu tim persiapan pendirian Prodi Profesi Apoteker, Indriastuti Cahyaningsih, M.Sc., Apt saat ditemui di ruang dosen Farmasi UMY pada Rabu (28/12).

Indri mengatakan bahwa alasan dibukanya prodi profesi baru tersebut diantaranya adalah bahwa saat ini di Indonesia perbandingan jumlah prodi S1 Farmasi dengan prodi Profesi Apoteker belum seimbang sehingga diharapkan dapat menjadi tempat para sarjana farmasi untuk melanjutkan ke jenjang profesi sehingga dapat siap kerja.

“Pada kenyataannya di Indonesia perbandingan jumlah prodi S1 Farmasi dengan prodi Profesi Apoteker sangat tidak berimbang. Menurut data perbandingan, program S1 Farmasi berjumlah sekitar 140an sementara Profesi Apoteker sendiri masih berjumlah 35. Melihat data tersebut maka diperlukan keberlanjutan dari program Sarjana Farmasi. Profesi Apoteker juga sebagai bekal untuk praktik jika telah mendapatkan sertifikat kompetensi dan gelar apoteker,” jelas Indri.

Menurut Indri, persiapan Prodi Profesi Apoteker telah dilakukan selama 2 tahun tersebut dirancang untuk menerima sekitar 50 mahasiswa untuk penerimaan periode pertama ini dan akan dibuka pendaftaran setiap semester. “Insya Allah kami akan membuka pendaftaran setahun dua kali melalui program Penmaru (penerimaan mahasiswa baru, red). Penerimaan mahasiswa ini diperuntukkan untuk alumni maupun non alumni UMY. Untuk pendaftarannya sudah dibuka mulai minggu depan dan tes masuk dalam bentuk tes ujian tertulis dan dilanjutkan wawancara,” paparnya.

Peresmian sekaligus launching prodi Profesi Apoteker sendiri akan dilaksanakan pada 6 Februari 2017 mendatang.“Sebagai persiapan untuk praktik kerja profesi kami telah melakukan kerjasama dengan apotek, rumah sakit, industri, serta beberapa puskesmas . Selain itu kami juga berkeinginan untuk melakukan program internasionalisasi sebagaimana yang telah dilakukan di program S1, baik dalam bentuk kerjasama penelitian maupun praktik /magang bagi mahasiswa maupun dosen,” ujarnya.

Sesuai dengan tujuan dibukanya Prodi Profesi Apoteker untuk menghasilkan apoteker yang unggul dalam pelayanan kefarmasian, Indri berharap lulusan apoteker ini mampu berkompetisi di dunia kerja. “Kami berharap prodi Profesi Apoteker dapat menjadi salah satu prodi berkualitas yang mampu meluluskan apoteker yang kompeten dan kaya dengan nilai-nilai Islami,” harap Indri. (hv)

back to top