Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

Jogja-KoPi| Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM meluluskan 172 dokter hewan baru, Kamis (27/12), di Grha Sabha Pramana. Hingga saat ini, Fakultas Kedokteran Hewan UGM telah meluluskan 5.298 dokter hewan yang tersebar di berbabai daerah hingga ke manca negara. Dekan FKH UGM Prof. Dr. drh. Siti Isrina Oktavia Salasia dalam pidato sambutannya mengatakan profesi dokter hewan menghadapi tantangan yang tidak mudah di era revolusi industri 4.0.

Sebab, pada tahun 2030, telah diprediksi bahwa banyak lapangan pekerjaan yang ada saat ini akan menghilang dan lapangan pekerjaan akan didominasi oleh komputer. Oleh karena itu pendidikan kedokteran hewan pun perlu mengimbangi perubahan ini untuk memastikan bahwa para lulusan dapat terus memenuhi kebutuhan masyarakat. “Lulusan dokter hewan dituntut mempunyai kemampuan menganalisis Big Data, menguasai artificial intelligent, serta mampu beradaptasi terhadap berbagai perubahan,” katanya.

Selaku pengemban amanah pendidikan, kata Dekan Isrina, FKH UGM senantiasa melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum dengan harapan FKH UGM mampu menghasilkan lulusan yang cakap, unggul dan mempunyai kemampuan sebagai penyedia layanan, pengambil keputusan, komunikator dan mampu jadi pemimpin dalam masyarakat
Selain, katanya, FKH UGM juga telah melakukan pengembangan kurikulum dari berbasis kompetensi menjadi kurikulum Education Based Outcome.

Bahkan kemampuan calon dokter hewan juga akan dikembangkan melalui kemampuan collaboration, yaitu kemampuan memberi pelayanan secara integral, mampu bekerja sebagai anggota tim yang efektif dalam lingkungan interdisipliner, multi-profesional, dan multikultural. Dengan demikian, diharapkan dokter hewan akan mampu menerapkan pengetahuan baru untuk pemecahan berbagai masalah dan mengambil pendekatan berbasis bukti.

“Dokter hewan diharapkan mampu menunjukkan komitmen seumur hidup untuk belajar,” katanya.

Mantan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI drh. Prabowo Respatiyo Caturroso, Ph.D., dalam pidato sambutannya mewakili pidaro orang tua dokter hewan baru megatakan jumlah dokter hewan di Indonesia masih sangat minim. Berdasarkan hasil perhituangannya, total kebutuhan Dokter Hewan seluruh Indonesia idealnya sebanyak 216.576 Dokter Hewan. Namun apabila di desa dianggap belum perlu ada Dokter Hewan, maka kebutuhan Dokter Hewan seluruh Indonesia mencapai sedikirnya 137.501 orang. Sementara saat ini hanya ada 20-an ribu dokter hewan.

“Kalau 50% saja dapat dipenuhi dari total kebutuhan tersebut, maka kebutuhan Dokter Hewan mencapai hampir 69.000 orang,” katanya

Namun demikiana, di seluruh Indonesia baru terdapat 11 Universitas yang memiliki Fakultas Kedokteran Hewan; dan saat ini, baru ada 6 Universitas yang mampu menghasilkan Dokter Hewan dengan jumlah pertahunnya sebanyak sekitar 900 Dokter Hewan. Menurutnya apabila jumlah kebutuhan tersebut belum terpenuhi sangat memungkinkan akan berdatangan Dokter Hewan Asing untuk memenuhi kebutuhan dokter hewan tersebut dari beberapa negara sehubungan dengan kesepakatan MEA dan Globalisasi. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

back to top