Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

FKDT Sleman, Memperjuangkan Raperda Madrasah Diniyah

FKDT Sleman, Memperjuangkan Raperda Madrasah Diniyah

Winda Efanur FS dan Haerul Mustakim


Sleman-KoPi, FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah) Sleman tengah memperjuangkan Raperda (rancangan peraturan daerah) tentang Madrasah Diniyah Takmiliyah(MDT). Perjuangan yang berlangsung empat tahun lamanya sejak tahun 2011 hingga 2014 kini.

Melalui Komisi D DPRD Kabupaten Sleman, Sofyan Darmawan merespon langkah FKDT. Proposal Madrasah diniyah sudah masuk program legislatif Kabupaten Sleman. Namun pembahasan belum berlangsung karena terpotong waktu pemilihan presiden dan pelantikan anggota baru DPRD Sleman.

Menurut ketua FKDT Sleman, Mardiansyah molornya waktu perjuangan FKDT tersebut salah satunya karena mengendap di meja anggota DPRD Kabupaten Sleman. Proses bargaining terjadi dalam anggota dewan yang berbentur dengan kepentingan antar masing-masing fraksi.

“Adanya Raperda tentang madrasah diniyah sangat penting. Raperda ini bentuk legalitas dari Madrasah diniyah. Selama ini keberadaan Madrasah Diniyah dimarginalkan, dianaktirikan oleh yang lainnya. Jika berhasil kami akan mempermudah pembinaan dan fasilitas pembelajaran,” kata Mardiansyah.

Alasan lain Mardiansyah mengajukan Raperda madrasah Diniyah karena terinspirasi oleh Kabupaten Sumedang yang sudah eksis menerapkan Perda Madrasah Diniyah. Tujuan utama Raperda ini untuk mencetak karakter masyarakat Sleman yang berakhlah mulia dan mensinergikan FKDT se-Kabupaten Sleman.

back to top