Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Edi: Kami menarget siswa yang ikut UN lulus 100 %.

Edi: Kami menarget siswa yang ikut UN lulus 100 %.

Yogyakarta-KoPi, Dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Dikpora) Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) menargetkan siswa yang mengikuti Ujian nasional (UN) tahun ini lulus 100 %.

“Kami memang menarget, pertama siswa yang ikut Ujian Nasional itu lulus 100 %. Target yang kedua kami ingin mempertahankan rerata nilai (di tahun sebelumnya, red), ungkap Edi,Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta di Kantor Humas Pemkot Yogyakarta (11/14).


Adapun UN tahun ini akan diikuti sebanyak 27.153 siswa, yang terdiri dari peserta Sekolah Dasar (SD) sebanyak 7.684 siswa, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 7. 585 siswa, siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 6. 325  siswa, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sejumlah 5.262 siswa.


Untuk merealisasikan target tersebut, Dikpora telah melakukan berbagai persiapan, diantaranya meningkatkan prestasi materi UN, dan persiapan administrasi UN. Program peningkatan prestasi UN yang dilakukan diantaranya melalui program sister school untuk memperbaiki manajemen sekolah.


“Untuk mencapai target itu kita sudah melaksanakan di awal  ajaran tahun ini, yakni program sister school. Yakni mendampingkan dua sekolah yang nilai UN tahun lalu tinggi dengan sekolah yang nilainya tidak terlalu tinggi”, pungkas Edi.


Selain itu, guna mengantisipasi supaya kasus-kasus terdahulu tidak terulang, dimana terdapat siswa yang tidak bisa mengikuti UN karena masalah administrasi, maka Dikpora juga mengupayakan perbaikan administrasi UN. Diharapkan dengan adanya perbaikan ini tidak ditemui lagi siswa yang tak bisa mengikuti UN.


Hal ini diamini oleh Rachmad, salah satu paniti UN DIY. Ia mengungkapkan bahwa tidak boleh ada lagi siswa yang tidak bisa mengikuti UN karena masalah administrasi. “Tidak boleh ada anak yang tidak bisa mengikuti UN karena masalah administrasi”, tuturnya menyakinkan.

 


Reporter: Usman Hadi

back to top