Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

DOKTOR TURUN KAMPUNG, ADA APA YA?

DOKTOR TURUN KAMPUNG, ADA APA YA?

SLEMAN-Gelar yang melambung tinggi cenderung membuat orang semakin malas tahu dengan lingkungan dan kondisi warga kampung. Ilmu yang semakin banyak bukan menjadi wujud pengabdian tetapi sumber bisnis yang bertumpu pada idealis keuntungan sebesar-besarnya.

Berbeda dengan yang satu ini, Beliau adalah Dr, Arundati Shinta., M.A, akrabnya dipanggil Ibu Shinta. Selain sebagai Kepala Program Studi pada Fakultas Psikologi Universitas Proklamasih 45 Yogyakarta, beliau sudah melalang buana pada kegiatan soasial kemasyarakatan salah satunya adalah Bank Sampah. Dengan bebekal sebagai nasabah bank sampah juga keuletannya, Bu Shinta seringkali memberi contoh berperilaku baik dalam mengumpulkan sampah hingga pemilahannya. Tak tanggung-tanggung jalan pagi pun dimanfaatkan untuk mengumpulkan sampah yang bertebaran di jalan.

Tak berhenti sampai disitu saja, bahkan ia rela turun ke kampung, yakni Dusun Mendiro, (di Pedesaan SUKOHARJO, Kec. Ngaglik, Kab. Sleman, Yogyakarta) memberikan sosialisasi pada warga dusun Mendiro. Hal ini memenuhi undangan Kelompok XIX, Kuliah Kerja Nyata (KKN) universitas Proklamasi 45 YOGYAKARTA yang kegiatannya dilakukan Senin 21 Agustus 2017 pukul 19.30 WIB. Adapun tema yang kami pajang adalah “Sosialisasi Bank Sampah dan Manajemennya”, antusias warga pun turut memberi kobaran semangat saat berlangsungnya diskusi malam itu.

Closing Statement yang diucapkan oleh beliau adalah ”Perilaku membuang sampah pada tempatnya harus sejak dini dipupuk. Kembangkan dengan benar dan teratur pengeloaan Bank Sampah jangan dilihat dari harga kisarannya namun lihatlah dari hasil berperilaku tersebut.” ( Jani Y. Marisan, Ketua Kel. XIX KKN 2017 UP45 JOGJA di Dusun Mendiro).

Kembali lagi beliau menegaskan bahwa sebagai warga yang baik hendaklah memberi contoh terlebih dahulu sebelum mengajak banyak orang untuk aktivitas Bank Sampah. Hendaklah jujur dalam mengelola tabungannya, tambah beliau, Karena kejujuran merupakan nilai tertinggi dalam bermasyarakat.

back to top