Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Chairul Tanjung “belajar” jadi dosen

Chairul Tanjung “belajar” jadi dosen
Surabaya – KoPi | Lama tak terdengar kabarnya setelah selesai menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung tampaknya memiliki kesibukan baru. CT, panggilan akrabnya, kini sedang sibuk belajar untuk menjadi seorang dosen. Ia rencananya akan menjadi pengajar mata kuliah Entrepreneurship untuk Fakultas Entrepreneurship di UNAIR.
 

“Ya, pada tahun 2014 kan saya ditetapkan sebagai Guru Besar Tidak Tetap oleh Universitas Airlangga, tapi belum dikukuhkan. Tugas saya ya berarti mengajar di UNAIR,” ungkapnya ketika dijumpai di UNAIR (11/2).

CT mengungkapkan gelar yang ia dapat adalah Guru Besar Tidak Tetap di Bidang Entrepreneurship. Untuk saat ini ia masih menyusun silabus perkuliahan mengenai entrepreneurship atau kewirausahaan.

“Sekarang ini saya sedang susun silabusnya. Selama ini di Indonesia belum ada satu universitas pun yang memiliki Fakultas Entrepreneurship. Yang ada kan MBA, tapi itu berbeda sekali dengan kewirausahaan,” ujar Bos Trans Corp ini.

Ia menjelaskan, MBA lebih berfokus mendidik orang untuk menjadi CEO. Sedangkan entrepreneurship mendidik seseorang untuk jadi wirausahawan atau pengusaha. “Mendidik entrepreneur itu kan tidak mudah, bukan hanya soal keilmuan, tetapi bagaimana membuat semangat entrepreneurship, mengelola kegagalan. Namanya orang bikin usaha kan pasti banyak gagalnya,” terang CT. 

“Tugas saya nanti mengembangkan fakultas-fakultas kewirausahaan atau entrepreneurship di universitas-universitas seluruh indonesia,” tambahnya. 

Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi UNAIR ini juga mengungkapkan, Indonesia butuh banyak sekali pengusaha-pengusaha. Semakin banyak wirausahawan maka akan semakin banyak lapangan pekerjaan. “Dan kalau banyak tenaga kerja yang bisa terserap dari situ pengangguran akan semakin berkurang. Nantinya kemiskinan akan terhapus dari negeri ini,” harapnya.

 

back to top