Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

CBT, gebrakan baru di SBMPTN 2016

CBT, gebrakan baru di SBMPTN 2016
Surabaya–KoPi| Selain pengumuman tentang calon mahasiswa Bidikmisi yang bisa masuk melalui Jalur Mandiri, peluncuran SNMPTN 2016 juga membuat gebrakan baru. Untuk pertama kalinya pada SBMPTN 2016 ini akan menggunakan sistem computer based test (CBT).
 

"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, panitia SNMPTN dan SBMPTN 2016 memberi kesempatan calon mahasiswa untuk masuk ke perguruan tinggi dengan model CBT," ujar Rektor Universitas Airlangga Prof. M. Nasih.

Namun, untuk SBMPTN 2016 kali ini, panitia pusat hanya membuka kesempatan untuk 10.000 calon mahasiswa saja. Hal itu karena masih terbatasnya fasilitas yang ada. "Kan tidak semua daerah bisa memfasilitasi pengadaan komputer untuk CBT. Selain itu, panitia pusat juga memperhatikan batas kemampuan sistem CBT ini, apakah servernya kuat atau tidak," jelas Prof. Nasih.

Prof. Nasih mengungkapkan, semua calon mahasiswa dari seluruh Indonesia bebas mendaftar, namun daya tampungnya terbatas. Untuk SBMPTN 2016 ini, panitia pusat memberikan kuota 70 persen pada SMA dengan akreditas A, 20 persen pada SMA akreditasi B, dan 10 persen pada SMA akreditasi C.

Prof. Nasih menjelaskan, metode CBT ini merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir kecurangan. Setiap peserta mendapat soal yang berbeda-beda, sehingga memperkecil adanya joki.

Untuk tempat pelaksanaan, Prof. Nasih mengatakan panitia masih melakukan evaluasi. Saat ini panitia pusat masih mendata perguruan tinggi mana saja yang sanggup menyediakan komputer untuk pelaksanaan CBT.

"Dari bincang-bincang kemarin, teman-teman di Malang sanggup menyediakan 1000 unit komputer. Kalau Unair sendiri sanggup menyediakan 500 unit komputer," cetusnya.

back to top