Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bocorkan soal UN seperti rebutan uang yang tidak laku

Bocorkan soal UN seperti rebutan uang yang tidak laku
Surabaya – KoPi | Meski tidak lagi menjadi patokan kelulusan, masih ada saja kasus kebocoran soal Ujian Nasional. Beberapa buklet soal UN 2015 diunggah secara ilegal di internet. Menanggapi kejadian tersebut Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh benar-benar dibuat heran. Pasalnya UN sudah tidak lagi menjadi syarat kelulusan, namun tetap ada orang yang mau membocorkan soal tersebut.
 

“Padahal UN sudah tidak dipakai sebagai syarat kelulusan tapi masih bocor. Ini artinya tambah keterlaluan kan. Buat apa diunggah, sama saja seperti rebutan uang yang tidak laku,” tukasnya ketika diwawancara wartawan di acara Pengukuhan Guru Besar Prof. Chairul Tanjung di Universitas Airlangga (18/4).

Nuh menyatakan sebenarnya yang diinginkan publik adalah bagaimana supaya tidak ada kebocoran. Bagaimanapun tingkat keamanan soal harus menjadi prioritas, meskipun pada akhirnya harus mencederai siswa yang jujur.

Ia sendiri setuju dengan sistem pelaksanaan CBT (Computer Based Test). Ia sendiri yang mengajukan rencana pelaksanaan CBT ketika masih menjabat sebagai Mendikbud.

“Kebocoran soal ini adalah bagian dari pembelajaran kita. Memang tidak gampang menjaga keamanan,” ungkapnya.

 

back to top