Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Mahasiswa UGM Menolak, ‘Permen’ S1 Maksimal 5 Tahun

Mahasiswa UGM Menolak, ‘Permen’ S1 Maksimal 5 Tahun

Winda Efanur Fs


Yogyakarta-KoPi, Phobia mahasiswa ketika aktif berkecimpung di dunia organisasi akan menyurutkan indeks pretasinya (IPK). Ditambah dengan wacana permendikubud no 49, yang seolah mengedepankan teori dan aspek penilaian semakin membenturkan mahasiswa  dengan ruang kelas.

Penolakan terang-terangan disampaikan oleh Presiden Mahasiswa UGM, Aditya Herwin. Baginya penting mahasiswa itu berorganisasi di luar kampus. Di sana dia akan mampu membangun relasi, jaringan karirnya dan mematangkan intelektualnya.

“Memang mahasiswa yang baik ketika dia bisa sukses antara akademik dan organisasi.Walaupun  IPK bukan menjadi standar keberhasilan mahasiswa. Karena banyak dari rekan-rekan kami lulus cepat dengan IPK cumlaude tapi secara kematangan sosial dia kurang”, Tambah Adit.

HMI Komisariat Teknik UGM, Akhrizul Akbar juga sependapat rasionalisasi masa studi 14 semester sudah cukup. Selama waktu itu mahasiswa cukup menimba ilmu akademik dan menggali intelektualitasnya.

“Terkait perturan ini, langkah baik yang dilakukan pihak mendikbud dengan mengubah kurikulum bukan mengubah tenggang waktu masa studi. Juga mahasiswa yang terkena imbasnya dilibatkan langsung. Bukan hanya pakar dan dosen. Saya belum menemukan goal dari permen ini kasarannya lulusan PT diarahkan menjadi robot dan buruh kelas pekerja karena mereka minim kemampuan kepemimpinan, wacana kebangsaan dan keilmuwan,” Kritik Izul.

 

 

 

back to top