Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Antisipasi kebocoran dan perjokian pada SBMPTN

Antisipasi kebocoran dan perjokian pada SBMPTN
Surabaya - KoPi | 9 juni mendatang Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan berlangsung. Danang Tandyonomanu selaku kordinator pelaksanaan ujian SBMPTN menjalaskan dua persoalan yang akan membayangi pelaksanaan ujian. Yakni masalah kebocoran dan perjokian.

“Kalau soal kebocoran kita sudah antisipasi dari pembuatan naskah soal hingga percetakan. POS-nya sangat rapi dan aman, sehingga sulit terjadi kebocoran” ujar Danang kemarin (30/5).

Sejak dulu hingga sekarang tidak ada satupun panitia lokal yang mengetahui siapakah pembuat dan percetakan naskah soal. Pembuatan soal diletakan pada suatu tempat. Ketika proses pembuatan, pembuat naskah dilarang membawa handphone maupun laptop. Setelah itu, tim naskah soal yang mengacak naskah dan membuat standarisasi soal. Sehingga pembuat naskah tidak akan tahu soal mana yang nantinya akan dipakai dalam SBMPTN.

Danang memaparkan antisipasi kebocoran baik naskah soal maupun kunci jawaban. Pihaknya memberi jarak 80 cm antar tempat duduk di masing-masing kelas saat ujian. Antisipasi lainnya adalah melarang peserta yang terlambat 30 menit untuk ikut ujian.

Hal tersebut dikarenakan menganggu suasana pelaksanaan ujian dan juga antisipasi masalah perjokian. “bisa saja dalam waktu 30 menit para joki mengerjakan soal di luar. Lalu peserta masuk dengan bawa kunci jawaban” ujarnya.

Danang masih yakin adanya bentuk kecurangan dengan menggunakan teknologi. Seperti kacamata, pin, handphone dan lain sebagainya. “ada beberapa tempat yang nantinya pakai deteksi. Tapi kita tidak pungkiri teknologi ini terus berkembang dan memunculkan ide baru bagi para joki” tutur Danang.

Nantinya setiap 20 peserta akan diawasi oleh satu kepala ruang dan pengawas. “Kita akan bekali ketua ruang dan pengawas untuk benar-benar mengawasi pelaksanaan saat ujian. Kalau ada yang mencurigakan, langsung datangi kalau perlu bawa ke ruang sekertariat” jelasnya. | Labibah

back to top