Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Anis Baswedan Buka Expo Produk Kompentensi dan Job Fair SMK 2015

Anis Baswedan Buka Expo Produk Kompentensi dan Job Fair SMK 2015

Magelang-KoPi| Menteri Pendidikan Anis Baswedan membuka Expo Produk Kompentensi dan Job Fair SMK 2015 di SMU Taruna Magelang, Selasa (28/7). Dalam sambutannya , Anis mengharapkan agar para lulusan SMK bisa hidup mandiri, meraih cita-cita dan mempraktekkan apa yang sudah dipelajari di sekolah.

Anis juga memaparkan angka kebutuhan wajib belajar di Indonesia yang harus menjadi perhatian. Data yang ada menunjukkan masuk sekolah dasar 5,2 juta per tahun dan SMA 2,4 per tahun. Sementara yang tidak lulus sekitar 2,6 juta anak pertahun. Bila dikalikan 10 tahun maka mensuplay tenaga kerja dengan pendidikannya SMP ke bawah sekitar 24 juta orang.

"Karena itu jika jumlah tenaga kerja kita sejumlah 120 juta orang , maka 78 juta orang pendidikannya di bawah SMP. Kita membutuhkan pendidikan itu didesentralisasikan pada daerah. Daerah yang maju pendidikannya biasanya pemimpinnya peduli pendidikan. Dan hari ini kita punya kepala daerah yang peduli pendidikan, tidak perlu sekolah unggulan, kepala sekolah ganti, ganti pua kebijakannya. Tapi bila kepala daerahnya komit, bisa terintitusikan dan bisa jangka panjang memiliki dampak,” katanya memuji Gubenur Ganjar Pranowo.

Dalam kesempatan itu Anis baswedan menuliskan kesan dalam sebuah kertas yang disediakan tentang acara expo produk kompentensi dan job fair ini.

”Setiap karya adalah potret diri dari pembuatnya. Karena itu tandai dengan kecemerlangan, dan Insya Allah expo ini penuh kecemerlangan," demikian tulis Anis.

back to top