Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Anis Baswedan Buka Expo Produk Kompentensi dan Job Fair SMK 2015

Anis Baswedan Buka Expo Produk Kompentensi dan Job Fair SMK 2015

Magelang-KoPi| Menteri Pendidikan Anis Baswedan membuka Expo Produk Kompentensi dan Job Fair SMK 2015 di SMU Taruna Magelang, Selasa (28/7). Dalam sambutannya , Anis mengharapkan agar para lulusan SMK bisa hidup mandiri, meraih cita-cita dan mempraktekkan apa yang sudah dipelajari di sekolah.

Anis juga memaparkan angka kebutuhan wajib belajar di Indonesia yang harus menjadi perhatian. Data yang ada menunjukkan masuk sekolah dasar 5,2 juta per tahun dan SMA 2,4 per tahun. Sementara yang tidak lulus sekitar 2,6 juta anak pertahun. Bila dikalikan 10 tahun maka mensuplay tenaga kerja dengan pendidikannya SMP ke bawah sekitar 24 juta orang.

"Karena itu jika jumlah tenaga kerja kita sejumlah 120 juta orang , maka 78 juta orang pendidikannya di bawah SMP. Kita membutuhkan pendidikan itu didesentralisasikan pada daerah. Daerah yang maju pendidikannya biasanya pemimpinnya peduli pendidikan. Dan hari ini kita punya kepala daerah yang peduli pendidikan, tidak perlu sekolah unggulan, kepala sekolah ganti, ganti pua kebijakannya. Tapi bila kepala daerahnya komit, bisa terintitusikan dan bisa jangka panjang memiliki dampak,” katanya memuji Gubenur Ganjar Pranowo.

Dalam kesempatan itu Anis baswedan menuliskan kesan dalam sebuah kertas yang disediakan tentang acara expo produk kompentensi dan job fair ini.

”Setiap karya adalah potret diri dari pembuatnya. Karena itu tandai dengan kecemerlangan, dan Insya Allah expo ini penuh kecemerlangan," demikian tulis Anis.

back to top