Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Anies Baswedan : Membangun Sastra Dunia Pendidikan

Anies Baswedan : Membangun Sastra Dunia Pendidikan

Jakarta-KoPi- Menbuddikdasmen Anis Baswedan dalam Twitter pribadinya, 9 November berpesan agar sastra menjadi hal yang diperhitungkan dalam pendidikan di Indonesia.

Alasannya sastra yang ada pada Pendidikan di Indonesia saat ini masih minim ditemukan.
"Kita ini kurang sekali menaruh perhatian pada sastra, dan jumlah bacaan sastra anak SMP dan SMA masih sangat minim dibandingkan seharusnya", tweet lanjutan.

Karena saat ini, pendidikan sastra seolah disepelekan sehingga tidak banyak SMA yang memiliki jurusan sastra.
Tentunya peran guru dan orang tua juga sangat menentukan dalam pengembangan bakat sastra anak-anak.
Guru haruslah mampu memberi contoh yang baik dalam mengembangkan sastra. Dan orang tua tak perlu cemas dengan masa depan anak.

Karena bukan berarti bila anak mereka pandai sastra kemudian hanya akan menjadi penulis saja.
Begitulah ujar Anis Baswedan di Konferensi Penulis Cilik Indonesia yang diikuti 165 siswa dari seluruh Indonesia, yang di tweet pada tweetir Anis Baswedan.


Reporter : Joko Raharjo

back to top