Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Anies Baswedan: KIP 2015 akan cakup anak putus sekolah

aniesbaswedan.com aniesbaswedan.com

 Jakarta-KoPi| Menteri Pendidikan Anis Baswedan memastikan bahwa Kartu Indonesia Pintar (KIP) 2015 yang akan datang akan menampung anak putus sekolah, karena KIP baru mengakomodir sebanyak 161.000 siswa di seluruh Indonesia dan belum menampung anak putus sekolah.
Jumlah tersebut hanya diambil sebanyak 40 persen dari siswa yang mengenyam bangku sekolah saja, belum termasuk anak Indonesia yang putus sekolah dan sudah tercacat.

"Tahun depan jumlah penerima KIP akan ditambah dari anak usia sekolah, tapi yang tak bersekolah atau putus sekolah," ujar Anis Baswedan pada Tweeter pribadi menteri pendidikan Indonesia itu.(24/11)

Data anak putus sekolah di Indonesia sudah tercacat pada Kementerian Sosial. Menteri Pendidikan akan bekerjasama dengan kementrian Sosial guna pendataan ulang anak putus sekolah untuk dapat diakomodir dalam KIP tahun depan.

Menteri Pendidikan yang baru sedang melakukan skenario-skenario terkait jumlah penerima KIP untuk disusun dalam APBN Perubahan 2015.

back to top