Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Anak-anak yang punya ketunaan harus diperhatikan

Penampilan tari Satya Pependetan dari SLB 1 Bantul Penampilan tari Satya Pependetan dari SLB 1 Bantul

Yogyakarta-KoPi, “Ini adalah bagian dari Dinas Dikpora (Dinas Pendidikan dan Olahraga) yang masuk di bidang Pendidikan Luar biasa dan Dikdas (Pendidikan Dasar). Jadi kegiatan ini memang kita selenggarakan tiap tahun,” Ujar Kepala Dikpora Baskoro Aji saat di temui seusai upacara pembukaan lomba, festival dan gebyar PK-LK (Pendidikan Khusus-Layanan Khusus) se-DIY di Lapangan Karang, Kotagede, Sabtu (10/5).

“Prinsipnya kita ingin memberikan kesempatan pada anak itu (anak-anak difabel) supaya mereka punya rasa percaya diri, mereka bisa lebih mandiri dan mereka merasa diperhatikan, itu yang paling penting. Karena ini sebagian besar itu justru anak-anak tunagrahita.” Tambahnya.

“Kalau yang kita tampilkan terakhir tadi itu adalah anak anak berkebutuhan khusus baik yang tunagrahita atau tunarungu, tapi sudah kita nilai bahwa anak anak ini punya bakat khusus di bidang menari, lalu mereka kita latih secara khusus di Pusat Kepererbakatan,” Aji menjelaskan kelebihan anak-anak dari sekolah khusus saat menampilkan bakatnya.

“Jadi DIY itu punya namanya tempat keberbakatan yang ada di jalan Wates itu untuk memberikan kesempatan anak anak ini untuk bisa lebih mengembangkan kebakatannya. Nah yang kita lihat terakhir ini kan sudah seperti penari professional kan? Nah anak anak ini kita kerja sama dengan berbagai pihak organiser kemudian hotel-hotel, kemudian kita tampilkan mereka di situ,” jelasnya.

Menurutnya, Jumlah SLB di Jogja itu ada 78 sekolah dan dari berbagai macam ketunaan sekarang ini kan sudah ada 14 ketunaan.

Mengenai anak-anak yang mempunyai ketunaan Aji menggaris bawahi bahwa pendidikan khusus itu bukan hanya yang punya kekurangan, anak anak yang punya kecerdasan istimewa itu juga masuk di wilayah ini.

“Jadi anak anak yang cerdas istimewa kalau dia kita gerap sama dengan anak anak yang lain maka dia akan frustasi, karena dia belajar cepat sementara yang lain lambat, atau biasa, maka kemudian kita masukkan ke kelas akselerasi. Tapi anak yang masuk kelas akselarasi itu kan tidak bisa begitu saja, dia akademiknya maju tapi mentalnya kan harus di garap khusus supaya dia cepat dewasa. Jadi yang namanya pendidikan khusus itu bukan hanya punya kekurangan tapi mereka yang punya kelebihan di bidang khusus,” Pungkasnya.


Reporter: Fahrurrazi

back to top