Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Aliansi Mahasiswa UIN Kalijaga Tuntut Revisi UKT dan Normalisasi Golongan

Aliansi Mahasiswa UIN Kalijaga Tuntut Revisi UKT dan Normalisasi Golongan

Jogja-KoPi| Aliansi Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga (AMUK) menilai bahwa Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang UKT 2015 di UIN Sunan Kalijaga adalah keputusan yang cacat, karena dalam proses pembahasan nominal golongan harus melibatkan mahasiswa.

Koordinator Umum Aksi AMUK, Hilful Fudhul menyampaikan dalam press release-nya, permasalahan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di UIN Sunan Kalijaga tak kunjung usai, meskipun sudah ketiga kalinya Aliansi Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga (AMUK) berdialog dengan para pimpinan kampus terkait hal-hal yang bermasalah dalam sistem UKT.

Ada beberapa hal yang menjadi permasalahan pada sistem pembayaran tunggal tersebut, di antaranya ialah tidak adanya transparansi Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) kepada mahasiswa. Hal ini kemudian yang menyebabkan melambungnya nominal UKT pada golongan 2 dan golongan 3.

Permasalahan ini tidak segera diselesaikan oleh pimpinan kampus, padahal sudah hari ketiga (hari ini) para mahasiswa menyampaikan aspirasi.

Untuk itu AMUK menuntut kepada para pimpinan kampus, khususnya Rektor UIN Sunan Kalijaga agar segera :

1. Rektor UIN Sunan Kalijaga harus turun langsung menangani permasalahan UKT!

2. Mentransparansikan BKT dan BOPTN!

3. Menginstruksikan kepada Kepada Jurusan/Prodi untuk merumuskan ulang nominal UKT pada masing-masing jurusan dan libatkan mahasiswa dalam perumusan tersebut!

4. UKT tidak tepat sasaran, segera kaji ulang mekanisme pembagian golongan!

"Apabila tuntutan diatas tidak diperhatikan dan tidak segera ditindak lanjuti, maka atas nama AMUK kami tidak bertanggung jawab apabila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, karena UKT 2015 banyak kejanggalan dan cacat hukum," demikian Hilful melalui pernyataan press release atas nama AMUK.

back to top