Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Aksi 1500 Mahasiswa UGM tuntut UKT, Tendik, dan Relokasi Kantin Bonbin

Aksi 1500 Mahasiswa UGM tuntut UKT, Tendik, dan Relokasi Kantin Bonbin

Jogja-KoPi| Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada melakukan aksi Pesta Rakyat 2 Mei 2016 Universitas Gadjah Mada bertempat di depan gedung Balaiurang Universitas Gadjah Mada, Senin (2/5).

Mahasiswa UGM yang berjumlah sekitar 1.500 mahasiswa ini mendatangi Gedung Balaiurang Universitas Gadjah Mada saat acara penganugrahan mahasiswa berprestasi UGM dalam rangka Hari Pendidikan Nasional. Pesta Rakyat 2 Mei 2016 Universitas Gadjah Mada menjadi momentum bagi seluruh lapisan masyarakat UGM untuk mengatakan berbagai persoalan terkait masalah yang kuliah tinggal (UKT), pencairan tunjangan tenaga pendidik UGM, dan relokasi kantin sosial humanioran bonbin.

Menurut Humas Aksi Pesta Rakyat, Umar Abdul Aziz, bahwa sejak diberlakukannya UKT tahun 2013, masih terdapat celah-celah kecacatan yang terjadi di lapangan. Mulai dari nominal yang tinggi, golongan yang tidak manusiawi, beasiswa dengan kuota terbesar yang dihilangkan ditambah ada wacana kenaikan uang UKT. Selain itu tunjangan tendik yang tidak cair-cair selama 20 bulan dan baru diusulkan 2 bulan serta penolakan relokasi bonbin ke lingkar timur UGM.

"Kami menuntut menolak relokasi bonbin dan kamo menuntut renovasi kantin bonbin", jelas Umar Abdul Aziz.
Penurunan bendera setengah tiang dan keranda yanh dibawa mahasiswa mewarnai aksi ini. Keranda dalam aksi ini menyimbolkan matinya kerakyatan di UGM. "Mahasiswa dan karyawan yang kritis dan menyuarkan aspirasinya malah diancam oleh rektorat", jelas Umar Abdul Aziz.

"Kami akan berusaha sampai ada perubahan dalam hal ini, kami yakin aksi ini akan memberikan perubahan, dan apabila tidak kami akan tetap melakukan aksi lagi", tambahnya

back to top