Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Aksi 1500 Mahasiswa UGM tuntut UKT, Tendik, dan Relokasi Kantin Bonbin

Aksi 1500 Mahasiswa UGM tuntut UKT, Tendik, dan Relokasi Kantin Bonbin

Jogja-KoPi| Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada melakukan aksi Pesta Rakyat 2 Mei 2016 Universitas Gadjah Mada bertempat di depan gedung Balaiurang Universitas Gadjah Mada, Senin (2/5).

Mahasiswa UGM yang berjumlah sekitar 1.500 mahasiswa ini mendatangi Gedung Balaiurang Universitas Gadjah Mada saat acara penganugrahan mahasiswa berprestasi UGM dalam rangka Hari Pendidikan Nasional. Pesta Rakyat 2 Mei 2016 Universitas Gadjah Mada menjadi momentum bagi seluruh lapisan masyarakat UGM untuk mengatakan berbagai persoalan terkait masalah yang kuliah tinggal (UKT), pencairan tunjangan tenaga pendidik UGM, dan relokasi kantin sosial humanioran bonbin.

Menurut Humas Aksi Pesta Rakyat, Umar Abdul Aziz, bahwa sejak diberlakukannya UKT tahun 2013, masih terdapat celah-celah kecacatan yang terjadi di lapangan. Mulai dari nominal yang tinggi, golongan yang tidak manusiawi, beasiswa dengan kuota terbesar yang dihilangkan ditambah ada wacana kenaikan uang UKT. Selain itu tunjangan tendik yang tidak cair-cair selama 20 bulan dan baru diusulkan 2 bulan serta penolakan relokasi bonbin ke lingkar timur UGM.

"Kami menuntut menolak relokasi bonbin dan kamo menuntut renovasi kantin bonbin", jelas Umar Abdul Aziz.
Penurunan bendera setengah tiang dan keranda yanh dibawa mahasiswa mewarnai aksi ini. Keranda dalam aksi ini menyimbolkan matinya kerakyatan di UGM. "Mahasiswa dan karyawan yang kritis dan menyuarkan aspirasinya malah diancam oleh rektorat", jelas Umar Abdul Aziz.

"Kami akan berusaha sampai ada perubahan dalam hal ini, kami yakin aksi ini akan memberikan perubahan, dan apabila tidak kami akan tetap melakukan aksi lagi", tambahnya

back to top