Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Ada pengganggu saat SBMPTN diberlangsungkan

Ada pengganggu saat SBMPTN diberlangsungkan
Jakarta - KoPi | Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Neggeri (SBMPTN) hari ini (09/06) telah dilaksanakan. Para peserta yang mengikuti tes di lokasi yang ditunjuk panitia berjalan tanpa kendala.
 

Seperti SMAN 29 Jakarta, lokasi tes Jakarta Selatan ini berjalan mulus setelah bel panjang berbunyi tanda selesai. Menurut Puguh selaku panitia pengawas SBMPTN, tes berlangsung lancar tanpa kendala.

Bahkan, menurutnya kecurangan yang sempat ditakuti tidak terjadi. “perjokian, mencontek mengguakan teknologi atau apapun tadi tidak ada”” ujarnya. Ia mengaku fokus pada semua peserta ujian dan tidak ada satupun yang mencurigakan.

Sistem pengawasan masing-masing kelas dilakukan oleh dua pengawas. Satu dari Guru dan satunya lagi merupakan mahasiswa di universitas tertentu. Jarak tempat duduk antar samping kiri dan kanan sekitar 80 cm. Untuk jarak antar bangku depan dengan belakang sekitar 60 cm. Ini sesuai dengan kajian akademis, dimana jarak pandang hanya bisa 80 cm ke kanan dan kiri dan 60 cm ke depan dan belakang.

“Sempet gak fokus karena tadi ada yang main musik di bawah sih, tapi sekarang lega. Tinggal nunggu hasilnya aja” ujar Yesi selaku peserta ujian SBMPTN di lokasi SMAN 29.
Di lantai dasar memang ditemui sejumlah siswa SMA yang memainkan musik seperti gitar, saxophone dengan pengeras suara. Hal tersebut dilakukan saat pelaksaan ujian berlangsung.

“Tadi abis ada acara, jadi mungkin anak-anak main musiknya. Dari kelas saya tidak menganggu kok” Ujar Puguh yang sekaligus guru SMA tersebut.
Meskipun begitu, Nazla selaku peserta di lantai 2 merasa sangat terganggu konsentrasinya. “Sangat menganggu, bikin gak fokus. Sekarang tinggal diserahin sama Allah aja” ujarnya pasrah. | Labiah

back to top