Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

74 Calon Startups Lolos Innovative Academy UGM Tahap II

74 Calon Startups Lolos Innovative Academy UGM Tahap II

Jogja-KoPi| Sebanyak 200 peserta yang terbagi menjadi 74 tim lolos mengikuti program Innovative Academy angkatan kedua. Program yang diikuti para mahasiswa dan alumni perguruan tinggi ini  akan mengikuti proses pelatihan pengembangan kreativitas dan inovasi  berbasis teknologi digital selama satu tahun ke depan. Selama proses pengemblengan tersebut, para peserta kemudian akan diseleksi lebih lanjut untuk  mendapatkan pendanaan usaha rintisan dari UGM dan mitra.

 Direktur pengembangan usaha dan inkubasi UGM Dr. Hargo Utomo mengatakan program Innovative Academy (IA) bukanlah semecam kompetisi namun menempa peserta untuk bisa saling berkolaborasi dalam menjalankan ide bisnis teknologi digital. Bahkan kolaborasi tersebut melibatkan lintas disiplin ilmu. Tidak menutup kemungkinan antar peserta nantinya bergabung membentuk tim baru.

“Innovative Academy ini buka  ajang kompetisi, bukan cari juara, tapi menumbuhkan semangat kerja keras, kerja serius lewat kolaborasi dan koperatif dalam rangka menumbuhkan kemampuan daya saing,” kata Hargo kepada peserta yang mengikuti Seminar Energizing Startups dalam rangka pembukaan rangkaian IA batch II, Sabtu (29/9), di University Club UGM.

 Melaui program akselerasi bisnis digital ini, kata Hargo,diharapkan bisa membangun budaya inovasi di kalangan anak muda dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat masyarakat, pemerintah dan di industri. “Kita ingin membangun kultur inovasi  dan bisa survive dan sustain sebagai startups,”katanya.

 Dalam kesempatan itu Hargo berharap IA tahap II ini nantinya bisa melahirkan ide bisnis yang lebih inovatif dari sebelumnya,“Kita ingin anda bisa buat ide luar biasa terkait solusi supply chain, smart city, dan isu logistik,“ katanya.

 Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat drg. Ika Dewi Ana, M.Kes, Ph.D., mengapresiasi penyelenggaraan IA angkatan kedua ini menurutnya bisa menumbuhkan semangat socioentrepreneur di kalangan anak muda.

Meski perkembangan revolusi industri 4.0 berdampak pada proses dehumanisasi dengan tergantikannya tenaga manusia ke tenaga mesin namun ia mengharapkan ide bisnis digital yang dihasilkan justru bisa melakukan rehumanisasi.

“Pesan kami untuk peserta IA, mari kita melakukan rehumanisasi, meningkatkan kepedulian pada lingkungan kritis, masyarakat rentan dan terpinggirkan oleh teknologi,” katanya.

 Gideon surabta Barus GM IT Service Product Management Lintas Arta mengatakan dukungan Lintas Arta pada program innovatve academy yang dilaksanakan oleh UGM ini bisa menjembatani kebutuhan dunia industri melalui solusi yang ditawarkan dunia perguruan tinggi.

“Ada gap antara industri dan perguruan tinggi sehingga melalui kegiatan ini bisa mengurangi gap tersebut bahkan memberikan solusi ke industri agar tidak lagi bergantung pada pihak luar,”katanya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

back to top