Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Yusril : soal Rohingya Indonesia bisa tekan Myanmar kayak masa Pak Harto

Yusril : soal Rohingya Indonesia bisa tekan Myanmar kayak masa Pak Harto

KoPi| Kapal-kapal pelarian Rohingya sebagian besar menuju Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia kapal menepi ke Aceh, masyarakat Aceh menyambut baik saudara jauh mereka. Masyarakat Aceh banyak memberikan bantuan kepada pangungsi Rohingya yang tidak mereka dapatkan selama terkatung-katung di laut.

Anehnya ketika Aceh menyambut Rohingya bahkan Turki pun jauh-jauh datang ke Aceh turut turun tangan membantu Rohingya, namun berbeda dengan pemerintah Indonesia seolah belum tergerak hati menerima Rohingya.

Melalui tweetnya Yusril Ihza Mahendra, Sabtu (23/5) menegaskan tragedi kemanusiaan terhadap entik Rohingya bukan saja harus difokuskan pada penanganan pengungsi. Tapi juga langkah politis dan diplomatis bersama untuk memberikan tekanan kepada Myanmar agar menyelesaikan problem domestik mereka.

“Masyarakat maupun Pemerintah Myanmar memang cenderung diskriminatif terhadap etnis minoritas baik Rohingya (Muslim) maupun Karen (Katolik). Sikap diskriminatif seperti itu tidak sejalan dengan prinsip kemanusiaan dan pengakuan keragaman di dunia modern. Namun sejak 3 dekade terakhir, Pemerintah militer Myanmar melakukan pembiaran terhadap tindak kekerasan etnik di negara itu. Langkah diplomatik, politis dan ekonomis perlu segera diambil baik oleh asean maupun dunia internasional untuk menekan Myanmar”, tweetnya.

YIM melanjutkan Indonesia berperan menjembatani konflik Mnyanmar. Indonesia dapat mensponsori konfrensi internasional masalah Rohingya untuk mencari solusi atasi masalah ini. Konfrensi tersebut juga akan menjadi tekanan politis yang kuat terhadap pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan masalah domestik etnik Rohingya.

“Indonesia, Malaysia dan Thailand bisa ambil inisiatif itu. Jokowi bisa minta KTT darurat ASEAN tangani pengungsi dulu. Diantara negara-negara ASEAN, Indonesia yang paling disegani Myanmar. Percaya deh. Saya banyak pengalaman menghadapi mereka. Di zaman Pak Harto, kitalah yang meyakinkan anggota Asean yang lain agar ajak Myanmar jadi anggota, walau kita ditekan AS atas ajakan tersebut”, tweetnya. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next