Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Wisata 'narsis' alternatif di jembatan gantung Bantul

Wisata 'narsis' alternatif di jembatan gantung Bantul

Bantul-KoPi| Serba kuning. Tiang-tiang penyangga jembatan ini berwarna kuning. Bahkan warna kekuningannya ada yang telah terkelupas, hingga terlihat bercak- karat hitam. Meski demikian, jembatan ini masih kokoh menyangga beban sekitar puluhan ton.

Jembatan gantung ini membujur di atas Kali Opak. Menggantung jarak ratusan meter dengan lebar sekitar satu meter. Menyambungkan jarak antara Desa Panjangrejo ke Desa Selorejo, Bantul.

Kesan pertama koranopini.com ketika melintasi jembatan gantung Bantul ini biasa. Namun koranopini.com terkesiap dengan panorama yang di sekeliling jembatan gantung ini. Di sebelah barat dan terlihat keserasian aliran air Kali Opak melintang dengan batang sungai. Sementara bukit di bagian atas, begitu teduh dengan kehijauannya.

Alhasil, perpaduan jembatan gantung antik dengan panorama alam, menampilkan spot-spot apik yang diburu oleh para pecinta fotografi. Ungahan foto para traveler di media sosial secara bertahap menarik para para traveler menyambangi jembatan gantung, yang lokasinya terpaut jarak tujuh kilometer dengan Pantai Parangtritis.

Menurut Kepala Dusun Gunung Puyuh, Panjangrejo, Pundong, Bantul, Samsudi ketenaran jembatan gantung sejak awal Februari 2015 ketika jembatan baru dilaunching pada bulan yang sama.

“Jembatan gantung dibuat pada tahun 2011 waktu itu untuk lalu lintas jalan kaki, dan lewat sepeda motor, tapi setelah erupsi merapi jembatan rusak. Hingga dibuat jembatan baru pada tahun 2013, yang selesai Februari 2015 ini,” jelas Samsudi.

Para traveler memadati areal jembatan ketika sun rise dan sun set. Keramaian akan nampak dari kalangan muda-mudi yang menghabiskan waktu bersama. Selebihnya dari kalangan anak-anak yang bermain sepeda di sekitar jembatan.

Di antara mereka ada yang hanya berjalan-jalan menikmati suasana sore hari. Ada pula yang menjadikannya latar pre- wedding bahkan syuting film.

“ Ini ada yang buat foto pernikahan, yang bikin film pernah didatangi artis, kayak film ‘Mencari Hilal’ syutingnya di jembatan,” tambah Samsudi.

Ke depan Samsudi berserta dusun sekitar akan membuat jembatan gantung sebagai ikon desa wisata. “Dalam musrembang tiga dusun akan diberi perahu dan ada stand kuliner di sekitar jembatan gantung,” pungkas Samsudi. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next