Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Wisata 'narsis' alternatif di jembatan gantung Bantul

Wisata 'narsis' alternatif di jembatan gantung Bantul

Bantul-KoPi| Serba kuning. Tiang-tiang penyangga jembatan ini berwarna kuning. Bahkan warna kekuningannya ada yang telah terkelupas, hingga terlihat bercak- karat hitam. Meski demikian, jembatan ini masih kokoh menyangga beban sekitar puluhan ton.

Jembatan gantung ini membujur di atas Kali Opak. Menggantung jarak ratusan meter dengan lebar sekitar satu meter. Menyambungkan jarak antara Desa Panjangrejo ke Desa Selorejo, Bantul.

Kesan pertama koranopini.com ketika melintasi jembatan gantung Bantul ini biasa. Namun koranopini.com terkesiap dengan panorama yang di sekeliling jembatan gantung ini. Di sebelah barat dan terlihat keserasian aliran air Kali Opak melintang dengan batang sungai. Sementara bukit di bagian atas, begitu teduh dengan kehijauannya.

Alhasil, perpaduan jembatan gantung antik dengan panorama alam, menampilkan spot-spot apik yang diburu oleh para pecinta fotografi. Ungahan foto para traveler di media sosial secara bertahap menarik para para traveler menyambangi jembatan gantung, yang lokasinya terpaut jarak tujuh kilometer dengan Pantai Parangtritis.

Menurut Kepala Dusun Gunung Puyuh, Panjangrejo, Pundong, Bantul, Samsudi ketenaran jembatan gantung sejak awal Februari 2015 ketika jembatan baru dilaunching pada bulan yang sama.

“Jembatan gantung dibuat pada tahun 2011 waktu itu untuk lalu lintas jalan kaki, dan lewat sepeda motor, tapi setelah erupsi merapi jembatan rusak. Hingga dibuat jembatan baru pada tahun 2013, yang selesai Februari 2015 ini,” jelas Samsudi.

Para traveler memadati areal jembatan ketika sun rise dan sun set. Keramaian akan nampak dari kalangan muda-mudi yang menghabiskan waktu bersama. Selebihnya dari kalangan anak-anak yang bermain sepeda di sekitar jembatan.

Di antara mereka ada yang hanya berjalan-jalan menikmati suasana sore hari. Ada pula yang menjadikannya latar pre- wedding bahkan syuting film.

“ Ini ada yang buat foto pernikahan, yang bikin film pernah didatangi artis, kayak film ‘Mencari Hilal’ syutingnya di jembatan,” tambah Samsudi.

Ke depan Samsudi berserta dusun sekitar akan membuat jembatan gantung sebagai ikon desa wisata. “Dalam musrembang tiga dusun akan diberi perahu dan ada stand kuliner di sekitar jembatan gantung,” pungkas Samsudi. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next