Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Warga Gaza menyambut Ramadhan dengan tangisan

Warga Gaza menyambut Ramadhan dengan tangisan

Gaza -KoPi| Warga Palestina di Gaza akan menghabiskan Ramadhan ini dengan ekonomi lemah. Mereka berharap Israel akan segera mengendurkan blokade dan mengakhiri perselisihan kelompok Fatah dan Hamas.

Ibrahim al-Masri, warga Palestina (50) tahun dari kota Gaza utara Beit Hanoun. Telah kehilangan harta benda dan seluruh keluarganya tewas oleh serangan Israel.

"Ramadhan ini akan menjadi sangat sulit bagi saya karena keluarga saya tidak akan bersama saya di meja untuk berbuka puasa Ramadhan," kata al-Masri.

Kehancuran di daerah dekat timur Jalur Gaza dan perbatasan Israel tidak membaik. Sepertinya perang hanya berakhir pekan ini. Yang telah disepakati rencana untuk rekonstruksi Gaza telah berjalan lambat karena perbedaan politik antara rival Palestina.

Sudah hampir setahun sejak Israel meluncurkan 50-hari skala besar militer udara dan serangan darat di Jalur Gaza. Satu tahun telah berlalu tanpa perbaikan kondisi hidup maupun ekonomi.

Di bawah pemerintahan Hamas dan blokade ketat Israel, sekitar 1,8 juta warga Palestina sedang mempersiapkan datnagnya bulan suci Ramadhan yang jatuh hari Kamis.

Mustafa Zeineldien pemilik toko makanan selama 45 tahun mengeluh dengan macetnya perekonomian di Gaza. "Kegiatan perdagangan dan komersial tahun ini lesu karena tingkat kemiskinan dan lapangan kerja yang tinggi", paparya.

Pemilik toko dan pelanggan datang untuk membeli barang yang lebih murah mengatakan bahwa sebelum Israel memberlakukan blokade di Gaza pada tahun 2007, kegiatan komersial yang sangat baik, tapi kemudian mulai menurun dari tahun ke tahun. | xinhuanet.com| Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next