Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Wah, momen lebaran, lengangnya jalanan sepanjang Jakarta ternyata bikin rugi

Wah, momen lebaran, lengangnya jalanan sepanjang Jakarta ternyata bikin rugi
Jakarta - KoPi | Gemuruh takbir mulai dilantunkan dari beberapa masjid, ya hari ini hari terakhir puasa di bulan Ramadhan tahun 2015. Besok sudah lebaran, waktu libur dimana banyak dimanfaatkan orang untuk pulang ke kampung halaman.

Jalanan Jakarta-Bekasi hari ini terlihat sangat lengang. Beberapa angkutan umum masih tetap beroperasi, dan beberapa tranportasi pribadi masih banyak yang melintas. Namun, jalanan sepanjang Jakarta-Bekasi sangat lengang.

Masyarakatnya berbondong-bondong mudik ke kampung halaman. Sehingga jalan Jakarta menjadi sangat lengang. Tidak seperti hari-hari biasa yang padat oleh tumpukan kendaraan. Meskipun masih ada beberapa titik yang tetap padat dengan kendaraan, hal itu disebabkan oleh kosongnya pengaturan jalan.

Kekosongan ini dirasa nyaman oleh masyarakat yang masih berada di Jakarta dan Bekasi. Bagi mereka yang memang berkampung halaman disini, keadaan ini memiliki beberapa aspek keuntungan.

“Seneng banget nih sepi, jalan lancar saya dari Depok-Bekasi Cuma 30 menit. Cuma ya gak enaknya sih banyak toko yang tutup, jadi ya agak nyusahin. Ini saya cari keperluan di rumah tapi tokonya tutup, jadi gimana susah nyari barangnya,” ujar Rosyid salah satu warga Bekasi.

Lengangnya jalan tidak semata-mata menjadi nyaman. Beberapa golongan justru mendapatkan kerugian dengan sepinya Jakarta-Bekasi. Seperti yang dirasa oleh Fuad, salah satu sopir angkot K02 ini mengaku setoran yang didapatinya sangat sedikit. Bahkan dalam satu perjalanan, Fuad hanya memiliki sejumlah penumpang, tidak seperti hari-hari biasa.

“Bisa bawa penumpang aja udah syukur, 2-3 orang udah Alhamdulillah. Yang penting bensin ketutup. Rugi mbak, gak narik angkot gak dapet uang, narik angkot ya penumpangnya gak ada” ujarnya.

Fuad mengaku kerap menaikan harga tarif wajar angkutannya. Ia menaikan atas dasar sepinya penumpang dan momen lebaran.

“Saya naikin seribu atau dua ribu. Ya abis gimana rugi mbak kalo gak dinaikin. Kan lebaran juga, ya momen bagi-bagi THR, hehe,” lanjutnya.

Lengangnya jalan sepanjang Jakarta-Bekasi ini memang tidak akan lama. Pasalnya, pada H+2 lebaran para pemudik mulai kembali ke Jakarta. Sehingga Jakarta akan kmebali penat dengan penuhnya warga dan kendaraan di jalan.

Ternyata Jakarta-Bekasi tidak nyaman jika sepi. Masih banyak yang merasa rugi jika kota ini tidak ramai seperti biasanya. |Labibah

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next