Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Tragedi STIE YKPN dan Pangukan, Bersih dari unsur SARA

Tragedi STIE YKPN dan Pangukan, Bersih dari unsur SARA

Yogyakarta,KoPi (3/6)- Kembali, kota yang berjulukan “Berhati Nyaman” ini tercorang oleh aksi kekerasan warganya. Aksi ini berupa rentetan dua kerusuhan antar warga yang berlokasi di komplek STIE YKPN dan Dusun Pangukan, Desa Tridadi, Sleman.

Menurut kabid Humas Polda DIY, AKBP Ani Pudjiastuti, penyebab kedua kerusuhan antar warga tersebut karena spntanitas emosi warga. Pada TKP di komplek STIE YKPN emosi warga terpancing karena kegiatan Rosario yang dilakukan di tempat Julius Felicianus. Warga terganggu karena kegiatan itu telah menutup akses jalan. Begitu juga dengan TKP kedua, warga merasa terganggu dengan pengaktifan kembali gereja yang sebelumnya sudah dinonaktifkan oleh pemerintah daerah.
 
“Kalau disampaikan ada isu SARA antara TKP pertama dengan kedua, itu tidak ada. Pasalnya antara TKP pertama dengan kedua jaraknya jauh sekitar 10 Km”. Ucap Ani.

Untuk tersangka kerusuhan TKP pertama di STIE YKPN atas nama KH (28) asal sleman sudah tertangkap dan tengah menjalani proses hukum. Pihak kepolisian belum bisa meminta keterangan karena terhambat teknis, pihak KH meminta pedampingan pengacara pribadi.

Selain KH, kepolisian masih memburu dua tersangka yang masih buron, yakni AS dengan BH warga setempat.

Reporter : Winda Efanur FS

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next