Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Tidak setuju bentor legal, pengamat : becak kayu ikon Jogja

Tidak setuju bentor legal, pengamat : becak kayu ikon Jogja

Jogjakarta-KoPi| Selama tiga tahun terakhir perkembangan becak motor di Jogja semakin meningkat. Menurut data kasaran dari ketua paguyuban bentor, Parmin ada sekitar 2000 bentor beroperasi di Jogja. Menurut Parmin keberadaan Bentor sudah ada sejak tahun 1990an.

Sementara dirinya melakoni bentor sejak tiga tahun terakhir. Didorong karena kendala usia yang menyebabkan kondisinya tidak kuat untuk mengayuh becah tradisional. Diakui Parmin hal ini didasari lebih efisiennya menggunakan bentor daripada becak kayuh.

Sementara ketua paguyuban becak kayuh komplek Ngejaman Wetan Supri memandang positif dari pemda DIY yang akan membuat regulasi untuk bentor. Menurutnya bentor itu memang menjadi solusi bagi para tukang becak yang sudah tua.

“Kalau diadakan bentor saya cenderung setuju, soalnya kelompok saya kasian sama tukang becak yang tua-tua, kalau yang tua dua kali narik kan gak kuat. Juga kalau mau pensiun gak becak mau gimana kerjaannya cuma itu”, Supri.

Namun lain halnya dengan Supri, anggota becak Ngejaman Wetan, masih bersikukuh menggunakan becak kayuh.
“ Aturannya kan becak manual sama delman itu, adanya audiensi saya terserah kalau atasan pendapatnya seperti apa, saya ngga mau, manual aja,” Diono.

Secara terpisah pengamat kebijakan sosial dan kesejahteraan UGM, Dr. Hempri Suyatna menegaskan tetap mempertahankan becak tradisional untuk wilayah Jogja. Selama ini becak dan andong menjadi salah satu ikon wisata Jogjakarta. Pasalnya becak kayuh mengandung nilai historis Jogja.

“Saya tidak setuju bentor dilegalkan. Roh keistimewaan Jogja kan becak tradisional, andong tradisional. Kalau bentor dibiarkan apa bedanya Jogja sama kota lain”, Dr. Hempri.

Dr. Hempri menambahkan bila nantinya pemerintah melegalkan bentor, pemerintah harus mengatur operasi kedua becak tersebut. “ Jangan sampai bentor ada di wilayah ring satu Jogja seperti wilayah kraton, Malioboro”, pungkas Dr. Hempri  |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next