Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Ternyata, Pertalite masih belum cocok untuk kendaraan Indonesia

Ternyata, Pertalite masih belum cocok untuk kendaraan Indonesia
KoPi | Pertamina menilai bahan bakar baru Pertalite sukses di pasaran. Menurut Pertamina, sejak pertama diluncurkan, penjualan Pertalite terus meningkat, dan sebaliknya penjualan Premium merosot. Karena itu, Pertamina akan lebih menggenjot penjualan Pertalite.
 

Meski demikian, bahan bakar Pertalite ternyata bukan solusi tepat untuk kendaraan saat ini. Menurut detikOto, mayoritas kendaraan yang dipakai oleh masyarakat Indonesia memiliki mesin dengan spek minimum RON 91-93. Kendaraan baru yang beredar di Indonesia, seperti Xenia, Innova, Jazz, Ertiga, dan lain-lain, termasuk berbagai merk motor, memiliki mesin yang membutuhkan bahan bakar RON 91-93.

Seharusnya, kendaraan di Indonesia menggunakan Pertamax sebagai bahan bakar utama. Pertalite yang memiliki RON 90 dianggap masih belum sesuai dengan mesin kendaraan di Indonesia. detikOto menyebutkan, Pertalite lebih ditujukan untuk pengguna kendaraan yang suka mencampur Premium dengan Pertamax.

Jika memaksa menggunakan bahan bakar dengan oktan yang lebih rendah, tenaga mesin akan menurun akibat pembakaran yang kurang sempurna. Karena kurang tenaga, pengemudi akhirnya menekan pedal gas lebih dalam, sehingga membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next