Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Ternyata, Pertalite masih belum cocok untuk kendaraan Indonesia

Ternyata, Pertalite masih belum cocok untuk kendaraan Indonesia
KoPi | Pertamina menilai bahan bakar baru Pertalite sukses di pasaran. Menurut Pertamina, sejak pertama diluncurkan, penjualan Pertalite terus meningkat, dan sebaliknya penjualan Premium merosot. Karena itu, Pertamina akan lebih menggenjot penjualan Pertalite.
 

Meski demikian, bahan bakar Pertalite ternyata bukan solusi tepat untuk kendaraan saat ini. Menurut detikOto, mayoritas kendaraan yang dipakai oleh masyarakat Indonesia memiliki mesin dengan spek minimum RON 91-93. Kendaraan baru yang beredar di Indonesia, seperti Xenia, Innova, Jazz, Ertiga, dan lain-lain, termasuk berbagai merk motor, memiliki mesin yang membutuhkan bahan bakar RON 91-93.

Seharusnya, kendaraan di Indonesia menggunakan Pertamax sebagai bahan bakar utama. Pertalite yang memiliki RON 90 dianggap masih belum sesuai dengan mesin kendaraan di Indonesia. detikOto menyebutkan, Pertalite lebih ditujukan untuk pengguna kendaraan yang suka mencampur Premium dengan Pertamax.

Jika memaksa menggunakan bahan bakar dengan oktan yang lebih rendah, tenaga mesin akan menurun akibat pembakaran yang kurang sempurna. Karena kurang tenaga, pengemudi akhirnya menekan pedal gas lebih dalam, sehingga membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next