Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Terkuak, penyebab sengketa tanah 5 PKL Gondomanan

Salah satu PKL saat aksi kumpuk poin di Tugu Salah satu PKL saat aksi kumpuk poin di Tugu

Jogjakarta-KoPi| Dalam pertemuan internal antara Tim Panitikismo Kraton dengan kelima PKL Gondomanan, terkuak perbedaan tafsir yang selama ini menjadi perdebatan kedua belah pihak.

Menurut Tim Panitikismo, Acil Suyanto selama ini para PKL mengklaim tidak melanggar kesepakatan tahun 2013. Berdasarkan pengukuran para PKL, mereka telah berjualan di luar areal tanah 73 m² milik Eka Aryawan.

“Pada waktu itu diukur secara manual, konvensional saya bilang pengalaman kita, kalau mau mensertifikatkan tanah, kalo itu 1000m diukur secara pertanahan dengan alat tertentu bisa berkurang 100-200 m. Ini juga setelah diukur ulang 73 m²  tapi 120 m²  maka kami berada di luar kekancingannya, kata mereka,” imbuh Acil.

Acil mengakui pengukuran konvensional para PKL kemungkinan besar tidak memilki keakuratan. Dalam waktu mendatang akan diterapkan pengukuran secara teknis pertanahan.

“Kalau ini pertanahan ini mungkin saja (para PKL berada di areal 73 m²), dari kekancingan ini menempati dari ujung ke ujung, minta ukur ulang dengan versi pertanahan, dengan alat tertentu tetap 73 m², maka anda (para PKL) tetap kelua,” jelas Acil

Secara terpisah salah satu anggota PKL, Agung tetap bersikeras pihaknya tidak melanggar kesepakatan mereka telah berjualan di luar areal 73 m².

“Kalau dipindahkan dengan kompensasi gak mau, kalau bisa tetap di situ,” jelas Agung. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next