Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Teh Indonesia memilki peluang komoditi besar di dunia

Teh Indonesia memilki peluang komoditi besar di dunia

Jogjakarta-KoPi| Indonesia memiliki keindahan alam sekaligus sumber daya alam yang melimpah. Hampir semua kekayaan alam di Indonesia memiliki nilai praktis dan ekonomis. Salah satunya, kekayaan teh Indonesia yang mempunyai cita rasa yang diakui dunia.

Sejarah teh Indonesia sendiri bawaan dari negara Asia Timur seperti Cina dan Jepang. Berasal dari moyangnya, Jepang, awalnya penanaman teh pada abad 18 lalu di Indonesia hanya uji coba semata. Namun di luar dugaan teh impor ini cocok dengan karakter tanah dan lingkungan di Indonesia.

Menurut Marketing Beverage Wings Food, Aristo Kristandyo, teh Indonesia memiliki peluang yang besar untuk dijadikan komoditi dalam usaha minuman kemasan. Aristo menyebutkan saking besarnya potensi teh tersebut, ada sekitar 20 merk teh di Indonesia. Terdiri dari 10 merk lokal dan 10 merk luar negeri.

“Kebutuhan masyarakat untuk minum teh tetap tinggi. Untuk setiap tahunnya minimal 15% tumbuh industri baru kemasan minuman teh, soalnya pasarnya tetap ada,” jelas Aristo yang juga di marketing dari produk kemasan Teh Javana di Hotel Royal Ambarukmo pada pukul 16.30 WIB.

Sementara  menurut Grand Ambassador Teh Javana, Maudy Ayunda teh merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia yang harus dilestarikan oleh masyarakat Indonesia.

“Sebagai anak Indonesia kita harus bangga dengan kekayaan negeri kita ini, ternyata kekayaan Indonesia itu telah diakui dunia,” tutur Maudy Ayunda. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next