Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Susah bersaing, harga tenun stagen Rp 18 ribu per 10 meter

Susah bersaing, harga tenun stagen Rp 18 ribu per 10 meter

Jogjakarta-KoPi| Koordinator Pasar Tenun Rakyat, Evaulia Nindya menjelaskan harga tenun tradisional stagen sangat murah. Contoh produsen tenun stagen di Desa Sumberarum, Yogyakarta dibandrol Rp 18.000/ 10 meter saja

Eva menilai besaran nominal tersebut sangat kecil bila dibandingkan dengan proses pembuatannya yang memakan waktu yang lama.

"Untuk sekedar membeli sayuran atau bahan itu cukup. Tapi untuk membiayai anak sekolah tidak cukup," kata Eva.

Tenun stagen merupakan jenis kain yang berwarna hitam. Keberadaannya turun temurun dari nenek moyang dahulu. Seperti penenun di Desa Sumberarum, Yogyakarta yang masih melestarikan tradisi tenun.

Guna meningkatkan nilai jual tenun stagen Dreamdelion dan House of Lawe mulai mengkreasikan tenun stagen.

Koordinator Dreamdelion, Fitriani Puspitasari menginisiasi rainbow stagen. Bentuk upaya kreasi tenun stagen dengan berbagai macam warna.

Fitriani dan komunitas menggerakkan warga Sumberarum untuk menanam pewarna alami.

Selain berfungsi untuk tenun, tanaman pewarna alami bisa meningkatkan ekonomi warga. Hasil pewarna alami bisa dijual ke pasaran.

Kain tenun kualitas internasional, harga lokal

Mata pencaharian utama warga Sumberarum sebagai petani. Sementara beberapa orang menjadi penambang pasir di Kali Progo.

Sisanya para perempuan menjadi penenun. Namun dengan latar belakang profesi tersebut masih menempatkan warga Sumberarum di bawah garis kemiskinan.

Ketua LAWE, Adinintya mengungkapkan kondisi ekonomi lemah bagi daerah penghasil tenun, lantaran harga tenun belum bisa kompetitif.

Sebagai contoh harga tenun di Jakarta bahkan di Belanda, menyentuh angka jutaan.

Adinintya bersama komunitas menggalang kampanye tenun stagen. Harapannya masyarakat bisa mengenal tenun stagen. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next