Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Survei Indikator: Pasangan Agus-Sylviana kalahkan Ahok-Jarot

Survei Indikator: Pasangan Agus-Sylviana kalahkan Ahok-Jarot

Jakarta-KoPi| Masyarakat DKI Jakarta lebih suka memilih pasangan Agus-Silvy ketimbang Ahok-Jarot atau Anis-Sandiaga Uno. Pilihan ini tercermin dari hasil survei yang dilakukan oleh Indikator pimpinan Burhanuddin Muhtadi. Survei dilakukan dari 15-22 November 2016.

 

 

Survei Indikator menampilkan laporan kemenangan pasangan Agus-Sylviana bila pemilihan dilakukan saat survei (15-22 November 2016) mencapai 30.4%. Sementara pasangan Ahok-Jarot Syaiful Hidayat 26.2% dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno hanya 24.5%. Sementara menyatakan tidak tahu 18.9%.

 

hasil surve agus

Pilihan masyarakat pada pasangan Agus-Silvy berdasarkan turunnya dukungan pasangan Ahok-Jarot dalam lima bulan terakhir. Dalam simulasi terbuka yang dilakukan angka indikasinya mencapai 18.6%. Faktor utamanya adalah penurunan tingkat kedisukaan terhadap Ahok yang sangat besar, dalam lima bulan menurun sekitar 20% sehingga dibandingkan dengan lawannya saat ini, tingkat kedisukaan terhadap Ahok paling rendah.

Meskipun demikian, menurut laporan Indikator Ahok masih dinilai lebih positif ketimabang lawan-lawanya. Nilai positif ini terletak pada karakter kepemimpinan utama, kepintaran, perhatian, kejujuran dan bersih dari korupsi, tegas dan mampu memimpin Jakarta. Ahok hanya dinilai negatif pada citra sopan santun.

Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 798 orang dari 800 responden yang direncanakan (99.75%). Dengan metode multistage random sampling, dan memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sebesar ±3.6% pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh kota yang terdistribusi secara proporsional.|Yesia Sinaga

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next