Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Suntikan dana dua BUMD Jogja ini, tergantung presentasi September nanti

Suntikan dana dua BUMD Jogja ini, tergantung presentasi September nanti

Jogjakarta-KoPi| Persoalan modal menjadi masalah klasik yang mendera setiap usaha yang bergerak di bidang perekonomian. Begitu pun yang dialami oleh dua Badan usaha Milik Daerah (BUMD) DIY, PT Anindya Mitra Internasional (AMI), dan Perusahaan Daerah  Tarumartani.

PT AMI bergerak di bidang usaha pertambangan, transportasi, percetakan, pariwisata, dan perdagangan. Sedangkan Tarumartani merupakan produsen cerutu. Kedua BUMD ini mendatangi Komisi B DPRD DIY untuk meminta solusi terhadap permasalahan keuangan. 

Menurut ketua Komisi B Janu Ismadi kedatangan mereka menceritakan permasalahan yang mereka hadapi. Pada intinya anggota Komisi B DPRD DIY tetap mendukung perusahaan daerah untuk terus berkembang.

Janu menambahkan AMI saat ini memiliki masalah ketenagakerjaan. AMI yang melingkupi 5 sektor usaha berniat akan memangkas sekitar 150 karyawannya.

“Masalah yang diceritakan tentang tenaga kerja, intinya temen-temen komisi B, untuk perusahaan daerah mendorong untuk dikembangkan. Permasalahan karyawan yang kompeten yang bisa menangani masalah itu, jangan sembarangan orang direkrut,” tutur Janu Ismasi saat ditemui di DPRD DIY pukul 13.00 Wib.

Sementara untuk Tarumartani, Janu menjelaskan persoalan sulit Tarumartani tidak bisa mengembangkan usahanya. Pasalnya lokasi gedung termasuk benda cagar budaya.
Untuk langkah selanjutnya, pihak Komisi B DPRD DIYakan tetap mengevaluasi kedua perusahaan ini. Kejelasan dan konsep perusahaan ke depan bila mendapat suntikan modal.

“Komisi B ingin tahu grand desain ke depan, kalau diberi modal trus gimana? Closingnya Tarumartani dan AMI mempersiapkan plan, grand desain, diharapkan pertengahan September mereka mempresentasikan,” kata Janu.
|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next