Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Suntikan dana dua BUMD Jogja ini, tergantung presentasi September nanti

Suntikan dana dua BUMD Jogja ini, tergantung presentasi September nanti

Jogjakarta-KoPi| Persoalan modal menjadi masalah klasik yang mendera setiap usaha yang bergerak di bidang perekonomian. Begitu pun yang dialami oleh dua Badan usaha Milik Daerah (BUMD) DIY, PT Anindya Mitra Internasional (AMI), dan Perusahaan Daerah  Tarumartani.

PT AMI bergerak di bidang usaha pertambangan, transportasi, percetakan, pariwisata, dan perdagangan. Sedangkan Tarumartani merupakan produsen cerutu. Kedua BUMD ini mendatangi Komisi B DPRD DIY untuk meminta solusi terhadap permasalahan keuangan. 

Menurut ketua Komisi B Janu Ismadi kedatangan mereka menceritakan permasalahan yang mereka hadapi. Pada intinya anggota Komisi B DPRD DIY tetap mendukung perusahaan daerah untuk terus berkembang.

Janu menambahkan AMI saat ini memiliki masalah ketenagakerjaan. AMI yang melingkupi 5 sektor usaha berniat akan memangkas sekitar 150 karyawannya.

“Masalah yang diceritakan tentang tenaga kerja, intinya temen-temen komisi B, untuk perusahaan daerah mendorong untuk dikembangkan. Permasalahan karyawan yang kompeten yang bisa menangani masalah itu, jangan sembarangan orang direkrut,” tutur Janu Ismasi saat ditemui di DPRD DIY pukul 13.00 Wib.

Sementara untuk Tarumartani, Janu menjelaskan persoalan sulit Tarumartani tidak bisa mengembangkan usahanya. Pasalnya lokasi gedung termasuk benda cagar budaya.
Untuk langkah selanjutnya, pihak Komisi B DPRD DIYakan tetap mengevaluasi kedua perusahaan ini. Kejelasan dan konsep perusahaan ke depan bila mendapat suntikan modal.

“Komisi B ingin tahu grand desain ke depan, kalau diberi modal trus gimana? Closingnya Tarumartani dan AMI mempersiapkan plan, grand desain, diharapkan pertengahan September mereka mempresentasikan,” kata Janu.
|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next