Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Suara terompet, jadi peringatan manusia

Suara terompet, jadi peringatan manusia

Jogjakarta-KoPi| Selama seminggu terakhir video suara terompet yang terjadi di Eropa dan Amerika telah menghebohkan dunia. Kalangan ilmuwan dan agamawan urun rembug membahas asal suara misterius tersebut.

Salah satu dosen Al-Qur’an dan Hadist UIN Sunan Kalijaga, Fajrul Munawir berpendapat suara terompet mengawali tanda-tanda besar terjadinya kiamat. Ada dua pendapat yang mengenai terompet, terompet dibunyikan dua kali dan terompet dibunyikan tiga kali.

“Kalau berdasarkan Sahih Bukhari juz 6 no 126, yang menjelaskan tafsir ayat Al-Qur’an itu menyebutkan tiupan terompet dibunyikan dua kali. Tiupan pertama yang mematikan semua mahluk, kecuali yang dikehendaki oleh Allah dan tiupan kedua yang membangkitkan. Kalau pendapat ulama tentang tiga tiupan, tiupan yang satu untuk mengagetkan tapi setelah tiupan ini akan diikuti kegelisahan oleh manusia”, papar Fajrul.

Fajrul mengakui di tengah beredarnya dua pendapat, dirinya mengikuti pendapat yang terkuat yakni dua kali tiupan terompet. Sementara terlepas dari benar dan salahnya terompet Isrofil, Fajrul menganggapnya sebagai peringatan kepada manusia untuk bertobat dan memperbaiki ibadah. Tidak menutup kemungkinan tanda-tanda kiamat besar akan dimulai dengan banyaknya tanda-tanda kiamat kecil yang sudah muncul.

“Tanda-tanda kecilnya seperti majikan yang melahirkan tuannya, diartikan budak yang diperkosa lalu anaknya yang lahir jadi tuannya, hilangnya etika , sekarang bisa dilihat batas pergaulan laki-laki dan wanita seperti apa”, tambah Fajrul.

Sementara pihak BMKG Jogjakarta, Teguh Prasetyo saat dikonfirmasi menanggapi suara tersebut belum bisa dipastikan asalnya. Bila suara berasal dari bumi tentu terkait dengan gesekan lempeng yang mengarah ke gempa. Namun faktanya tidak terjadi gempa.

“Ini suara yang ghaib, hanya Allah yang tahu pasti. Hal ini perlu kajian yang lebih lanjut”, paparnya. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next