Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Stop penanaman sawit!

Stop penanaman sawit!

Jogjakarta-KoPi| Dosen Fakultas Kehutanan UGM Saktiawan mengkritisi kebakaran lahan hutan gambut yang terjadi di beberapa wilayah Kalimantan saat ini bentuk pengrusakan ekosistem oleh oknum tertentu. Seharusnya ada upaya ketat mengenai perlindungan lahan gambut. Mengingat lahan gambut bersifat basah yang rentan terjadi kebakaran.

“(Hal ini terlihat) bagaimana mengoptimalkan nilai ekonomi dengan mengabaikan prinsip-prinsip ekosistem yang ada, ini menabrak hukum alam,” papar Dr. Saktiawan.

Dr. Saktiawan menambahkan sejak awal perencanaan program pemerintah satu juta lahan gambut di Kalimantan sudah ditentang keras oleh pihak UGM. Hingga kini pemerintah melihat dampak luar biasa dari kebakaran hutan gambut.

Sementara Ahli Hukum Lingkungan, Dr. Hari Supriyono menegaskan agar pemerintah menghentikan penanaman kelapa sawit. Pasalnya ketersediaan pohon kelapa sawit Indonesia saat ini sudah mencukupi.

“Stop kelapa sawit. Dengan jumlah sekitar 19 juta hektar itu sudah cukup, sudah di atas luasan yang dimilki Malaysia, tapi Malaysia produksinya jauh lebih tinggi. Ini komitmen kita yang ada aja harus kita optimalkan,” jelas Dr. Hari Supriyono.

Soal regulasi pemanfaat hutan, Dr. Hari Supriyono merekomendasikan pemerintah melakukan revisi terhadap Pasal 69 ayat 2 Undang-Undang tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

“Itu masyarakat berdasarkan kearifan lokal boleh membakar lahan di sampai 2 hektar, tapi kemudian tidak menutup kemungkinan dimasuki oleh kalangan korporasi atas nama masyarakat mereka membayari, lebih baik pasal itu dikoreksi kembali,” pungkas Dr. Hari Supriyono.
|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next