Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Stop ekspor, Pemerintah berniat membangun industri gas domestik

Stop ekspor, Pemerintah berniat membangun industri gas domestik

Jogjakarta-KoPi| Gubernur OPEC Indonesia, Dr. Widhyawan mengatakan pemerintah kini berkomitmen akan memajukan industri gas dalam negeri. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2014 kebijakan energi berubah dari energi sebagai komoditi menjadi modal untuk pembangunan.

Orientasi pemanfaatan engergi gas untuk pasar domestik bukan lagi ekspor. “Saat ini pun banyak kontrak yang sudah tidak diperpanjang lagi,” jelas Dr. Widhyawan Prawiraatmadja disela seminar Optimasi Alokasi Gas Keperluan Domestik untuk Pengembangan Industri Nasional pada tanggal 11 Februari 2016.

Namun Dr. Widhyawan menyayangkan infrastruktur dalam negeri belum sepenuhnya dapat mengelola energi gas. Pada beberapa sektor yang tidak bisa tertangani oleh pengelola domestik, energi gas akan diekspor.

"Yang tidak dikuasai oleh domestik akan diekspor,"tambah Dr. Widhyawan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Panut Mulyono, keinginan mengembangkan industri gas di dalam negeri, secara simultan optimalisasi industri gas akan menggandeng industri minyak dan industri petrokimia.

Tren pengembangan simultan ini mengadopsi pola pengelolaaan gas di negara Eropa.
"Ke depan dioptimasi berapa gas yang dijual, dan pengembangan industri dalam negeri,"kata Prof. Panut.

Sementara Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka, Kementrian Perindustrian RI, Ir. Harjanto mendukung program pengembangan industri gas dalam negeri. Pengembangan ini bermanfaat untuk menjadikan nilai tambah terhadap pemanfaatan energi gas. pasalnya cadangan energi gas akan semakin berkurang.

"Kita membutuhkan gas yang comfortable untuk industri, soalnya 50% ke ekspor, sementara di Aceh sudah habis. Kalau gas dimanfaatkan industri dalam negeri bisa bertahan 40 tahun,"jelas Ir. Harjanto. |Winda Efanur FS|Frenda Yentin|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next