Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Status warisan budaya Jogja bisa lepas, kalau tidak dijaga

ilustrasi warisan budaya mubeng beteng ilustrasi warisan budaya mubeng beteng

Jogjakarta-KoPi| Dinas Kebudayaan Kota DIY terus berkomitmen melestarikan empat warisan budaya DIY yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia.

Menurut Kepala Bidang Sejarah Purbakala Kota Jogja, Erlina Hidayati, upaya pelestarian dengan melakukan peninjauan intens terhadap keempat warisan budaya yang terdiri dari Mubeng Beteng, Gudeg, Joglo dan Bekakak.

Pasalnya pihak Kemendikbud secara rutin akan mengadakan evaluasi terhadap upaya pelestarian yang dilakukan Dinas Kebudayaan. Bila selama peninjauan ditemukan kekurangan, kemungkinan status warisan budaya bisa dibatalkan oleh Kemdikbud.

“ Jadi ada peninjauan dan evaluasi, kalau memang ada syarat yang tidak terpenuhi akan mempengaruhi (status warisan budaya),” jelas Erlina seusai konferensi pers Mubeng Beteng di kantor Tepas Paretah Hageng pukul 11.00 Wib.

Erlina Hidayati menjelaskan sebelumnya masing-masing dari 34 proopinsi di Indonesia mengajukan warisan budayanya. Propinsi DIY pun mengajukan empat warisan budaya seperti Mubeng Beteng, Gudeg, Joglo dan Bekakak. Pihak Kementrian Kebudayaan lalu menyidangkan sekaligus menetapkan warisan budaya propinsi menjadi warisan budaya Indonesia.

“Masing-masing propinsi mengajukan, untuk disidang dan ditetapkan, apakah layak menjadi warisan budaya Indonesia pa gak? Kalau tidak layak hanya jadi warisan budaya propinsi masing-masing. Alhamdulilah empat dari warisan budaya budaya di Jogja, Mubeng Beteng lolos, sudah diketok palu menjadi warisan budaya tak benda Indonesia,” jelas Erlina.

Sementara untuk peresmian penetapan ritual Mubeng Beteng sebagai warisan budaya tak benda Indonesia akan dilakukan pada 20 Oktober 2015 di Jakarta. Penyerahan sertifikat sertifikat warisan budaya akan diterima langsung oleh Gubernur Hamengkubawono X.
|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next