Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Status warisan budaya Jogja bisa lepas, kalau tidak dijaga

ilustrasi warisan budaya mubeng beteng ilustrasi warisan budaya mubeng beteng

Jogjakarta-KoPi| Dinas Kebudayaan Kota DIY terus berkomitmen melestarikan empat warisan budaya DIY yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia.

Menurut Kepala Bidang Sejarah Purbakala Kota Jogja, Erlina Hidayati, upaya pelestarian dengan melakukan peninjauan intens terhadap keempat warisan budaya yang terdiri dari Mubeng Beteng, Gudeg, Joglo dan Bekakak.

Pasalnya pihak Kemendikbud secara rutin akan mengadakan evaluasi terhadap upaya pelestarian yang dilakukan Dinas Kebudayaan. Bila selama peninjauan ditemukan kekurangan, kemungkinan status warisan budaya bisa dibatalkan oleh Kemdikbud.

“ Jadi ada peninjauan dan evaluasi, kalau memang ada syarat yang tidak terpenuhi akan mempengaruhi (status warisan budaya),” jelas Erlina seusai konferensi pers Mubeng Beteng di kantor Tepas Paretah Hageng pukul 11.00 Wib.

Erlina Hidayati menjelaskan sebelumnya masing-masing dari 34 proopinsi di Indonesia mengajukan warisan budayanya. Propinsi DIY pun mengajukan empat warisan budaya seperti Mubeng Beteng, Gudeg, Joglo dan Bekakak. Pihak Kementrian Kebudayaan lalu menyidangkan sekaligus menetapkan warisan budaya propinsi menjadi warisan budaya Indonesia.

“Masing-masing propinsi mengajukan, untuk disidang dan ditetapkan, apakah layak menjadi warisan budaya Indonesia pa gak? Kalau tidak layak hanya jadi warisan budaya propinsi masing-masing. Alhamdulilah empat dari warisan budaya budaya di Jogja, Mubeng Beteng lolos, sudah diketok palu menjadi warisan budaya tak benda Indonesia,” jelas Erlina.

Sementara untuk peresmian penetapan ritual Mubeng Beteng sebagai warisan budaya tak benda Indonesia akan dilakukan pada 20 Oktober 2015 di Jakarta. Penyerahan sertifikat sertifikat warisan budaya akan diterima langsung oleh Gubernur Hamengkubawono X.
|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next