Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

SINTA resmi diluncurkan Kemenristekdikti di UGM

SINTA resmi diluncurkan Kemenristekdikti di UGM

Sleman-KoPi| Aplikasi Science and Technology Index (SINTA) resmi diluncurkan Kemenristekdikti di UGM. Senin (30/1). Peluncuran itu bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional Kemenristekdikti di tempat yang sama.

SINTA merupakan aplikasi yang berwujud portal yang berisi tentang pengukuran kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi antara lain kinerja peneliti/penulis/author/, kinerja jurnal, dan publikasi lainnya. SINTA diharapkan oleh Kemenristekdikti agar mendorong budaya publikasi, dan juga upaya mewujudkan kemandirian anak negeri.

Berdasarkan pantauan Kemenristekdikti, daya saing Indonesia berada diperingkat 34 pada tahun 2014 dan menurun pada tahun 2015 dan turun kembali ke peringkat 41 pada tahun 2016. Penurunan ini juga sejalan dengan kecilnya belanja penelitian dan pengembangan atau R & D yang baru mencapai 0,2% per GDP di tahun 2016.

Indonesia kalah saing dengan Malaysia (1,13%), Singapura (3,174%), dan bahkan Thailand (0,39%) pada tahun 2014. Kemenristekdikti memaparkan sumber belanja R& D masih didominasi 75% oleh anggaran pemerintah.

Sehingga, SINTA diharapkan dapat menaikkan angka ini dan juga menghilangkan ketergantungan penggunaan sistem pengindeks publikasi dari luar, seperti Scopus, Web of Science, Google Scholar, dst.

"Kita masih bergantung dengan indeks dari luar seperti Scopus, dll, dengan SINTA diharapkan bisa menghilangkan ketergantungan itu,"Ujar menteri riset teknologi dan pendidikan tinggi, Muhammad Nasir.

Untuk kedepannya SINTA akan melakukan pengukuran kerja Ipteks seperti menampilkan profil penulis, profil jurnal, profil lembaga berdasar jumlah publikasi, jumlah sitasi , H-indeks, I10-indeks , pemeringkatan jurnal, penulis, lembaga berdasar publikasi, menampilkan trend bidang ilmu berdasarkan publikasi dari berbagai portal indeks lainnya seperti google selular, Scopus dll. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next