Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

SINTA resmi diluncurkan Kemenristekdikti di UGM

SINTA resmi diluncurkan Kemenristekdikti di UGM

Sleman-KoPi| Aplikasi Science and Technology Index (SINTA) resmi diluncurkan Kemenristekdikti di UGM. Senin (30/1). Peluncuran itu bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional Kemenristekdikti di tempat yang sama.

SINTA merupakan aplikasi yang berwujud portal yang berisi tentang pengukuran kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi antara lain kinerja peneliti/penulis/author/, kinerja jurnal, dan publikasi lainnya. SINTA diharapkan oleh Kemenristekdikti agar mendorong budaya publikasi, dan juga upaya mewujudkan kemandirian anak negeri.

Berdasarkan pantauan Kemenristekdikti, daya saing Indonesia berada diperingkat 34 pada tahun 2014 dan menurun pada tahun 2015 dan turun kembali ke peringkat 41 pada tahun 2016. Penurunan ini juga sejalan dengan kecilnya belanja penelitian dan pengembangan atau R & D yang baru mencapai 0,2% per GDP di tahun 2016.

Indonesia kalah saing dengan Malaysia (1,13%), Singapura (3,174%), dan bahkan Thailand (0,39%) pada tahun 2014. Kemenristekdikti memaparkan sumber belanja R& D masih didominasi 75% oleh anggaran pemerintah.

Sehingga, SINTA diharapkan dapat menaikkan angka ini dan juga menghilangkan ketergantungan penggunaan sistem pengindeks publikasi dari luar, seperti Scopus, Web of Science, Google Scholar, dst.

"Kita masih bergantung dengan indeks dari luar seperti Scopus, dll, dengan SINTA diharapkan bisa menghilangkan ketergantungan itu,"Ujar menteri riset teknologi dan pendidikan tinggi, Muhammad Nasir.

Untuk kedepannya SINTA akan melakukan pengukuran kerja Ipteks seperti menampilkan profil penulis, profil jurnal, profil lembaga berdasar jumlah publikasi, jumlah sitasi , H-indeks, I10-indeks , pemeringkatan jurnal, penulis, lembaga berdasar publikasi, menampilkan trend bidang ilmu berdasarkan publikasi dari berbagai portal indeks lainnya seperti google selular, Scopus dll. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next