Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Siap bangun desa inklusi, ini dua syaratnya..

dua dari kiri : Joni Yulianto, Sri Purnomo dua dari kiri : Joni Yulianto, Sri Purnomo

Sleman-KoPi| Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB) mengadakan MoU persetujuan dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan The Asia Foundation mengenai “Rintisan Desa Inklusi’.

Aspirasi membangun desa inklusi lahir dari hasil pertdmuan difabel seluruh Indonesia pada Juni 2015 lalu. pertemuan itu dihadiri oleh 300 peserta dari 12 provinsi di Indoensia, sepkat untuk memnbangun desa ‘ramah’ difabilitas.

Menurut direktur SIGAB, Juni Yulianto menegaskan pembangunan desa inklusi berpondasi pada dua hal penting yakni membangun sistem dan membangun jaringan.

“ Dalam membangun sistem harus ada penguatan kelompok difabel Desa Inklusi, penguatan kapasitas desa. Hal ini kelompok difabel menjadi aset bagi desa. Selain itu adanya layanan dan fasilitas publik untuk kelompok difabel”, papar Joni saat MoU Desa Inklusi di Sendangtirto, Sleman pukul 10.00 WIB.

Rintisan desa Inklusi juga mendapat respon positif dari Bupati Sleman, Sri Purnomo. Dia mengharapkan rintisan desa Inklusi akan menular ke desa-desa lainnya. Saat ini di Sleman ada sekitar 6 ribu difabel. Pihak pemkab Sleman memberikan fasilitas akses bagi difabel seperti pembangunan jalan ramah difabel.

“ Di Sleman ada dua, desa rintisan difabel yaitu Desa Sendangtirto dan Desa Sendangdadi, di Mlati”, papar Sri Purnomo. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next