Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Sengketa Kusuma Resto,LBH KITA pertanyakan pemasangan police line

Sengketa Kusuma Resto,LBH KITA pertanyakan pemasangan police line

Jogjakarta-KoPi| LBH KITA (Keadilan Semesta) mempertanyakan pemasangan police di areal Kusuma Resto, Gang Sartono, Mantrijeron kepada Kapolres Kota Yogyakarta.

Menurut Direktur LBH, Retna Susanti pemasangan police line di Kusuma Resto tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum yang jelas.

Retna mengklaim tidak seharusnya polisi memagari police line. Pasalnya pemasangan tersebut tanpa sepengetahuan pemilik tanah, Untung Waluyo (58) warga Mantrijeron.

Retna menjelaskan runtut kekusruhan Kusuma Resto. Awalnya resto makanan Eropa tersebut disewa oleh Lilik Sukesi dan pasangannya Olivier Georges Ives pada tahun 2009. Pembayaran setiap tahun berjalan normal. Namun memasuki tahun 2014. Pihak Lilik susah membayar sewa.

Untung menambahkan meskipun susah membayar namun akhirnya melunasi pada 9 Desember 2014. Hingga tanggal 24 Maret 2015 mereka tidak memperpanjang.

"Lilik bilang tidak memperpanjang akan mengosongi tempat itu, namun tidak dilakukan," papar Untung saat ditemui di Kusuma Resto, Mantrijeron pada 28 Januari 2016.

Pada 18 Agustus 2015 akhirnya Untung dan LBH KITA terpaksa menggembok Kusuma Resto. Lantaran mereka tidak pindah hingga Januari 2016 ini.

Sayangnya pihak Lilik melawan dengan melapor ke polisi.

"Tanggal 18 Agustus 2014 kita gembok, seharinya 19 Agustus 2014, mereka bawa polisi dan memasang police line," jelas Untung.

Menurut Retna pihak Polsek Mantrijeron saat dikonfirmasi tidak mengetahui pemasangan police line.

Sengketa Kusuma Resto telah berjalan hampir 10 bulan. Namun belum ada penyelesaian dari kedua pihak.

"Polisi bertindak tegas, seolah ini malah membiarkan kasus (menggantung)," pungkas Retna. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next