Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Sengketa Kusuma Resto,LBH KITA pertanyakan pemasangan police line

Sengketa Kusuma Resto,LBH KITA pertanyakan pemasangan police line

Jogjakarta-KoPi| LBH KITA (Keadilan Semesta) mempertanyakan pemasangan police di areal Kusuma Resto, Gang Sartono, Mantrijeron kepada Kapolres Kota Yogyakarta.

Menurut Direktur LBH, Retna Susanti pemasangan police line di Kusuma Resto tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum yang jelas.

Retna mengklaim tidak seharusnya polisi memagari police line. Pasalnya pemasangan tersebut tanpa sepengetahuan pemilik tanah, Untung Waluyo (58) warga Mantrijeron.

Retna menjelaskan runtut kekusruhan Kusuma Resto. Awalnya resto makanan Eropa tersebut disewa oleh Lilik Sukesi dan pasangannya Olivier Georges Ives pada tahun 2009. Pembayaran setiap tahun berjalan normal. Namun memasuki tahun 2014. Pihak Lilik susah membayar sewa.

Untung menambahkan meskipun susah membayar namun akhirnya melunasi pada 9 Desember 2014. Hingga tanggal 24 Maret 2015 mereka tidak memperpanjang.

"Lilik bilang tidak memperpanjang akan mengosongi tempat itu, namun tidak dilakukan," papar Untung saat ditemui di Kusuma Resto, Mantrijeron pada 28 Januari 2016.

Pada 18 Agustus 2015 akhirnya Untung dan LBH KITA terpaksa menggembok Kusuma Resto. Lantaran mereka tidak pindah hingga Januari 2016 ini.

Sayangnya pihak Lilik melawan dengan melapor ke polisi.

"Tanggal 18 Agustus 2014 kita gembok, seharinya 19 Agustus 2014, mereka bawa polisi dan memasang police line," jelas Untung.

Menurut Retna pihak Polsek Mantrijeron saat dikonfirmasi tidak mengetahui pemasangan police line.

Sengketa Kusuma Resto telah berjalan hampir 10 bulan. Namun belum ada penyelesaian dari kedua pihak.

"Polisi bertindak tegas, seolah ini malah membiarkan kasus (menggantung)," pungkas Retna. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next