Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Sempat alot, Muktamar NU akhirnya putuskan pemilihan ketua dengan Ahwa

Sempat alot, Muktamar NU akhirnya putuskan pemilihan ketua dengan Ahwa
Jombang - KoPi | Setelah melalui perdebatan panjang dan alot, Sidang Komisi Bidang Organisasi NU akhirnya memutuskan penggunaan Ahwa (Ahlul Ahli wal Aqdi) dalam tata tertib pemilihan Ketua Umum.
 

Keputusan tersebut diambil setelah muktamirin melakukan voting mengenai sistem tata tertib dalam pemilihan Ketua Umum. Hasil akhir menunjukkan pendukung Ahwa menang dengan 252 suara. Suara yang menolak penggunaan Ahwa mencapai 235. Sedangkan suara abstain sebanyak 9 suara.

Dengan tercapainya keputusan mengenai tata tertib tersebut, Muktamar NU akan melanjutkan pemilihan Rais Am atau Ketua Umum.

Sebelumnya, Selasa (4/7) pagi Rais Am Musthofa Bisri (Gus Mus) telah mengeluarkan fatwa agar muktamirin untuk menghapus pasal mengenai penggunaan Ahwa dan kembali ke AD-ART. Namun, siang harinya polemik mengenai penggunaan Ahwa kembali muncul. Perdebatan muncul karena panitia mengabaikan fatwa tersebut dan mengajukan rancangan AD-ART yang tetap memunculkan pasal mengenai penggunaan Ahwa. 

Karena keputusan tidak segera tercapai, hingga pukul 18.00 terjadi deadlock. Sidang akhirnya diskors dan forum menyepakati dilakukannya voting dalam menentukan apakah Ahwa dipakai atau tidak.

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next