Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Sempat alot, Muktamar NU akhirnya putuskan pemilihan ketua dengan Ahwa

Sempat alot, Muktamar NU akhirnya putuskan pemilihan ketua dengan Ahwa
Jombang - KoPi | Setelah melalui perdebatan panjang dan alot, Sidang Komisi Bidang Organisasi NU akhirnya memutuskan penggunaan Ahwa (Ahlul Ahli wal Aqdi) dalam tata tertib pemilihan Ketua Umum.
 

Keputusan tersebut diambil setelah muktamirin melakukan voting mengenai sistem tata tertib dalam pemilihan Ketua Umum. Hasil akhir menunjukkan pendukung Ahwa menang dengan 252 suara. Suara yang menolak penggunaan Ahwa mencapai 235. Sedangkan suara abstain sebanyak 9 suara.

Dengan tercapainya keputusan mengenai tata tertib tersebut, Muktamar NU akan melanjutkan pemilihan Rais Am atau Ketua Umum.

Sebelumnya, Selasa (4/7) pagi Rais Am Musthofa Bisri (Gus Mus) telah mengeluarkan fatwa agar muktamirin untuk menghapus pasal mengenai penggunaan Ahwa dan kembali ke AD-ART. Namun, siang harinya polemik mengenai penggunaan Ahwa kembali muncul. Perdebatan muncul karena panitia mengabaikan fatwa tersebut dan mengajukan rancangan AD-ART yang tetap memunculkan pasal mengenai penggunaan Ahwa. 

Karena keputusan tidak segera tercapai, hingga pukul 18.00 terjadi deadlock. Sidang akhirnya diskors dan forum menyepakati dilakukannya voting dalam menentukan apakah Ahwa dipakai atau tidak.

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next