Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

SDG's, 'tidak boleh ada kelompok yang tertinggal'

SDG's, 'tidak boleh ada kelompok yang tertinggal'

Sleman-KoPi| Organisasi masyarakat sipil Yakkum mendorong pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia yang baik.

Salah satu perwujudan program dengan langkah strategis penyusunan kerangka pembangunan yang berkelanjutan (SDGs). Konsep SDGs ini diresmikan di New York pada September 2015 lalu.

Sebelumnya perwakilan organisasi rakyat Yogyakarta menegaskan pelaksanaan program SDGs nantinya menyeluruh terhadap semua lapisan masyarakat. Dengan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.

Menurut aktivis sosial, Hamung mengungkapkan program SDGs di Indonesia masih dalam tahap proses belum sampai ranah isu. Pengawalan program SDGs sangat membutuhkan keterlibatan masyarakat sipil.

"SDGs baru proses, tujuan yang ingin dicapai belum sesuai. Hal ini harus mendapat keterlibatan masyarakat sipil," papar Hamung saat Konsorsorium Nasional di Yakkum pada Sabtu 13 Februari 2016.

Hamung memandang dengan partisipasi masyarakat sipil secara aktif mampu merumuskan tujuan bersama, terutama kepentingan kelompok marginal seperti penyandang disabilitas.

Selain itu demi kelancaran program SDGs ini, Hamung menekankan pentingnya manajemen pengelolaan hingga pendanaaan.

Hal tersebut tidak terlepas pada peran serta pemerintah daerah. Komitmen bersama warga dan pemerintah membangun masyarakat.

"Pelaksanaan sedang diperjuangkan, kini tinggal tantangan bagaimana menyebarluaskan. Harapannya SDGs sampai kabupaten," tambah Hamung.

Hal senada juga disampaikan oleh aktivis Risnawati. SDGs menjadi kabar gembira bagi kaum disabilitas.

Hanya saja dukungan terkuat SDGs berasal dari kelompok akar rumput. Salah satunya akar rumput yang digerakan oleh desa-desa inklusi.

Risnawati memandang pemerintah menjadi aktor utama memobilisasi desa-desa.

"Pemerintah yang memiliki dan menguasai, perlu melakukan intervensi (ke desa), dukungan paling kuat dari desa," jelas Risnawati. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next