Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

SDG's, 'tidak boleh ada kelompok yang tertinggal'

SDG's, 'tidak boleh ada kelompok yang tertinggal'

Sleman-KoPi| Organisasi masyarakat sipil Yakkum mendorong pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia yang baik.

Salah satu perwujudan program dengan langkah strategis penyusunan kerangka pembangunan yang berkelanjutan (SDGs). Konsep SDGs ini diresmikan di New York pada September 2015 lalu.

Sebelumnya perwakilan organisasi rakyat Yogyakarta menegaskan pelaksanaan program SDGs nantinya menyeluruh terhadap semua lapisan masyarakat. Dengan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.

Menurut aktivis sosial, Hamung mengungkapkan program SDGs di Indonesia masih dalam tahap proses belum sampai ranah isu. Pengawalan program SDGs sangat membutuhkan keterlibatan masyarakat sipil.

"SDGs baru proses, tujuan yang ingin dicapai belum sesuai. Hal ini harus mendapat keterlibatan masyarakat sipil," papar Hamung saat Konsorsorium Nasional di Yakkum pada Sabtu 13 Februari 2016.

Hamung memandang dengan partisipasi masyarakat sipil secara aktif mampu merumuskan tujuan bersama, terutama kepentingan kelompok marginal seperti penyandang disabilitas.

Selain itu demi kelancaran program SDGs ini, Hamung menekankan pentingnya manajemen pengelolaan hingga pendanaaan.

Hal tersebut tidak terlepas pada peran serta pemerintah daerah. Komitmen bersama warga dan pemerintah membangun masyarakat.

"Pelaksanaan sedang diperjuangkan, kini tinggal tantangan bagaimana menyebarluaskan. Harapannya SDGs sampai kabupaten," tambah Hamung.

Hal senada juga disampaikan oleh aktivis Risnawati. SDGs menjadi kabar gembira bagi kaum disabilitas.

Hanya saja dukungan terkuat SDGs berasal dari kelompok akar rumput. Salah satunya akar rumput yang digerakan oleh desa-desa inklusi.

Risnawati memandang pemerintah menjadi aktor utama memobilisasi desa-desa.

"Pemerintah yang memiliki dan menguasai, perlu melakukan intervensi (ke desa), dukungan paling kuat dari desa," jelas Risnawati. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next