Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Sanksi pidana produsen 'nakal' tidak membuat jera

Beberapa produk yang tak memiliki ijin edar, dan mengandung bahan berbahaya Beberapa produk yang tak memiliki ijin edar, dan mengandung bahan berbahaya

Jogjakarta-KoPi|  Selama pengawasan November 2014-Agustus 2015, Balai Besar POM DIY menemukan 50 obat tradisional (OT) dan suplemen kesehatan (SK) mengandung bahan kimia obat (BKO). Dari temuan 50 tersebut 25 di antaranya merupakan produk ilegal.

Temuan obat mengandung BKO mengandung sildenafil serta turunannya. Sildenafil berfungsi mengobati disfungsi ereksi dan hipertensi arteri pulmonal. Di pasaran obat ini dikenal dengan nama Viagra yang biasa dikonsumsi oleh pria.

“Sildenafil dan turunannya termasuk obat keras yang penggunaannya dengan resep dokter, penggunaan sildenafil bisa mengakibatkan kehilangan penglihatan dan pendengaran,” tutur Kepala Balai Besar POM DIY, I Gusti Ayu Adi Arya Patni saat konferensi pers di kantor Blai Besar POM DIY pukul 10.40 WIB.

Untuk OT dan SK ini BPOM DIY melakukan pemusnahan. Pada tahun 2015 ini pemusnahan dilakukan pada produk jadi dengan kisaran angka Rp 59,8 miliar dan bahan baku senilai Rp 63,5 miliar. Lalu BPOM menarik 25 item produk yang ilegal dan membatalkan nomor izin edarnya.

Sementara untuk produsen obat berbahaya BPOM telah menindaklanjuti pada proses pro-justisia. Selama periode tahun 2014 terdapat 9 yang dipidanakan namun satu tersangka dari suatu kasus masih menjadi buron. Untuk periode tahun 2015 terdapat 5 kasus dan 4 di antaranya masih menjalani proses pidana.

Meskipun beberapa kasus berhasil dimejahijaukan namun Ary menyayangkan hukuman yang terlalu ringan. “Untuk kasus yang pro justisia kita meminta hukumannya 15 bulan tapi hanya dikurung 6 bulan, belum ada efek jera hukumannya terlalu ringan,” tutur Ary. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next