Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Sanksi pidana produsen 'nakal' tidak membuat jera

Beberapa produk yang tak memiliki ijin edar, dan mengandung bahan berbahaya Beberapa produk yang tak memiliki ijin edar, dan mengandung bahan berbahaya

Jogjakarta-KoPi|  Selama pengawasan November 2014-Agustus 2015, Balai Besar POM DIY menemukan 50 obat tradisional (OT) dan suplemen kesehatan (SK) mengandung bahan kimia obat (BKO). Dari temuan 50 tersebut 25 di antaranya merupakan produk ilegal.

Temuan obat mengandung BKO mengandung sildenafil serta turunannya. Sildenafil berfungsi mengobati disfungsi ereksi dan hipertensi arteri pulmonal. Di pasaran obat ini dikenal dengan nama Viagra yang biasa dikonsumsi oleh pria.

“Sildenafil dan turunannya termasuk obat keras yang penggunaannya dengan resep dokter, penggunaan sildenafil bisa mengakibatkan kehilangan penglihatan dan pendengaran,” tutur Kepala Balai Besar POM DIY, I Gusti Ayu Adi Arya Patni saat konferensi pers di kantor Blai Besar POM DIY pukul 10.40 WIB.

Untuk OT dan SK ini BPOM DIY melakukan pemusnahan. Pada tahun 2015 ini pemusnahan dilakukan pada produk jadi dengan kisaran angka Rp 59,8 miliar dan bahan baku senilai Rp 63,5 miliar. Lalu BPOM menarik 25 item produk yang ilegal dan membatalkan nomor izin edarnya.

Sementara untuk produsen obat berbahaya BPOM telah menindaklanjuti pada proses pro-justisia. Selama periode tahun 2014 terdapat 9 yang dipidanakan namun satu tersangka dari suatu kasus masih menjadi buron. Untuk periode tahun 2015 terdapat 5 kasus dan 4 di antaranya masih menjalani proses pidana.

Meskipun beberapa kasus berhasil dimejahijaukan namun Ary menyayangkan hukuman yang terlalu ringan. “Untuk kasus yang pro justisia kita meminta hukumannya 15 bulan tapi hanya dikurung 6 bulan, belum ada efek jera hukumannya terlalu ringan,” tutur Ary. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next